Example floating
Example floating
Example 728x250
ArtikelHeadline NewsPemerintahanPolitik

Refleksi Hari Diabetes Sedunia 2025: Wujudkan Pekerja Sehat Bebas Diabetes

66
×

Refleksi Hari Diabetes Sedunia 2025: Wujudkan Pekerja Sehat Bebas Diabetes

Sebarkan artikel ini

Pekerja Sehat Bebas Diabetes: Refleksi Hari Diabetes Dunia 2025.

Example 468x60

Oleh: dr. Darmanto
Ketua Persatuan Diabetes Indonesia (PERSADIA) Cabang Pemalang

Harianpemalang.id, Pemalang – Peringatan World Diabetes Day (WDD) atau Hari Diabetes Sedunia yang jatuh setiap 14 November kembali menjadi momentum penting untuk meningkatkan kepedulian terhadap ancaman diabetes. Hari besar kesehatan ini ditetapkan oleh International Diabetes Federation (IDF) dan World Health Organization (WHO) pada 1991 sebagai respons terhadap meningkatnya kasus diabetes di seluruh dunia. Sejak 2006, peringatan tersebut diakui secara resmi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pada periode kampanye global 2024–2026, tema besar yang diusung adalah Diabetes and Well-being, dengan fokus pada kualitas hidup penyandang diabetes, bukan sekadar angka kadar gula darah. Tahun 2025, WHO mengangkat tema Diabetes Across Life Stages, yang menegaskan bahwa diabetes dapat terjadi pada setiap tahap kehidupan sehingga membutuhkan layanan kesehatan yang terintegrasi sepanjang usia.

Advertisement
Example 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

WHO pada 2024 memperkirakan lebih dari 800 juta orang hidup dengan diabetes, meningkat empat kali lipat sejak 1990. Data IDF 2025 menunjukkan bahwa 1 dari 9 orang dewasa—sekitar 11,1 persen atau lebih dari 537 juta orang—mengidap diabetes. Lebih mengkhawatirkan lagi, lebih dari 40 persen penyandang diabetes tidak menyadari kondisi mereka sehingga belum mendapatkan penanganan tepat waktu.
Indonesia termasuk negara dengan beban diabetes sangat tinggi dan menempati posisi kelima di dunia. IDF mencatat sekitar 20,4 juta orang dewasa hidup dengan diabetes pada 2024, dan sekitar 14 juta di antaranya belum terdiagnosis. Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan prevalensi diabetes melitus berdasarkan diagnosis dokter mencapai 1,7 persen. Sementara itu, pemeriksaan kadar gula darah pada penduduk usia ≥15 tahun menunjukkan prevalensi sebesar 11,7 persen. Kondisi ini menggambarkan bahwa Indonesia tengah menghadapi silent endemic diabetes yang perlu ditangani serius.

Di tingkat provinsi, Jawa Tengah menempati urutan ketiga secara nasional dengan jumlah penyandang diabetes mencapai 118.184 kasus dan prevalensi sebesar 1,88 persen. Di Kabupaten Pemalang, publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) 2024 mencatat sebanyak 18.561 kasus diabetes telah terdeteksi. Angka tersebut diyakini hanya sebagian kecil dari kasus sebenarnya, ibarat “puncak gunung es”, karena masih banyak penderita yang belum terdiagnosis.
IDF memperkirakan lebih dari 252 juta orang dewasa di dunia tidak mengetahui bahwa mereka mengidap diabetes. Banyak dari mereka tetap beraktivitas seperti biasa, termasuk bekerja, tanpa menyadari risiko hiperglikemia kronis yang mengintai.

WHO menyebut bahwa 7 dari 10 penyandang diabetes berada pada usia kerja, setara dengan 412 juta orang di seluruh dunia. Pekerja sering kali mengalami keluhan seperti mudah lelah, sering haus, sering berkemih, dan sulit berkonsentrasi, tetapi keluhan ini kerap dianggap sebagai dampak tekanan pekerjaan atau stres. Padahal gejala tersebut merupakan tanda awal yang harus diwaspadai.
Bagi pekerja yang telah terdiagnosis diabetes, tuntutan pekerjaan yang padat dapat menghambat kepatuhan minum obat dan menjaga pola makan sehat. Lingkungan kerja yang belum ramah diabetes juga menyulitkan mereka dalam mempertahankan kadar gula darah yang stabil.
Berbagai penelitian internasional menunjukkan bahwa diabetes yang tidak terkendali dapat menurunkan produktivitas, meningkatkan angka absensi, dan memicu risiko kecelakaan kerja. Sebaliknya, kebijakan diabetes-friendly workplace, seperti fleksibilitas waktu istirahat, ketersediaan makanan sehat, serta lingkungan kerja tanpa stigma, mampu meningkatkan kinerja dan kualitas hidup pekerja.

Hari Diabetes Sedunia tahun ini menjadi pengingat penting bahwa semua pihak harus bergerak bersama untuk menciptakan pekerja sehat dan bebas diabetes. Pemerintah memiliki peran dalam merancang kebijakan pencegahan dan layanan kesehatan di lingkungan institusi dan perusahaan. Perusahaan melalui tim Health, Safety, and Environment (HSE) harus mendorong terbentuknya program lingkungan kerja yang ramah diabetes.
Tenaga kesehatan dan dinas kesehatan perlu meningkatkan skrining, edukasi, dan penyusunan program pengendalian yang tepat sasaran. Sementara itu, pekerja didorong untuk lebih sadar menjaga pola makan sehat, rutin memeriksa gula darah, serta mengelola stres agar terhindar dari ancaman diabetes.

Dengan mengusung tema “Diabetes di Setiap Tahap Kehidupan”, peringatan Hari Diabetes Sedunia 2025 menjadi ajakan bagi seluruh elemen masyarakat—pemerintah, perusahaan, pekerja, dan tenaga kesehatan—untuk memperkuat komitmen melawan diabetes. Harapannya, melalui sinergi bersama, para pekerja dapat tetap sehat, produktif, dan terlindungi dari dampak buruk diabetes.
Selamat Hari Diabetes Sedunia 2025. Mari wujudkan lingkungan kerja yang mendukung pekerja sehat bebas diabetes.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *