Harianpemalang.id, Pemalang – Pemerintah Desa Majalangu, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, melaksanakan tahapan seleksi perangkat desa secara terbuka dan akuntabel pada Minggu, 28 Desember 2025. Proses seleksi ini menjadi perhatian masyarakat karena dilakukan dengan sistem ujian berbasis komputer yang dinilai lebih objektif dan transparan.
Ketua Panitia Pelaksana Penjaringan Perangkat Desa Majalangu, Rido Mustofa, menjelaskan bahwa seluruh tahapan seleksi telah dirancang secara matang untuk menjamin keadilan bagi para peserta. Pelaksanaan ujian dipusatkan di SMK Muhammadiyah Watukumpul, yang dinilai memiliki fasilitas memadai untuk mendukung sistem Computer Based Test (CBT).“Pemilihan lokasi di SMK Muhammadiyah Watukumpul karena sarana dan prasarana komputernya lengkap. Dengan ujian berbasis komputer, kami berharap proses seleksi berjalan lebih jujur, transparan, dan minim intervensi,” ujar Rido Mustofa saat diwawancarai.
Ia menyampaikan, dari total 15 orang yang mengambil formulir pendaftaran, hanya 10 peserta yang secara resmi mengembalikan berkas dan dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi. Seluruh peserta merupakan warga asli Desa Majalangu, sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam penjaringan perangkat desa.
Seleksi ini dilakukan untuk mengisi tiga formasi jabatan perangkat desa yang saat ini mengalami kekosongan. Adapun formasi yang dibuka meliputi Kepala Dusun (Kadus) I yang kosong karena memasuki masa pensiun, Kepala Dusun (Kadus) III akibat pejabat sebelumnya meninggal dunia, serta Kepala Seksi Kesejahteraan (Kasi Kesra) yang mengalami kekosongan jabatan karena proses rotasi internal.
Menariknya, materi soal ujian disusun oleh tim dari warga Desa Majalangu sendiri. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kearifan lokal sekaligus memastikan soal yang diujikan relevan dengan kebutuhan dan kondisi desa. Namun demikian, panitia menegaskan bahwa penyusunan soal tetap mengacu pada aturan dan standar yang berlaku.
Pelaksanaan ujian berlangsung tertib dengan pengawasan ketat dari panitia. Peserta tampak serius mengikuti setiap tahapan seleksi, mulai dari verifikasi hingga ujian tertulis berbasis komputer. Sistem ini memungkinkan hasil ujian diperoleh secara cepat dan mengurangi potensi kecurangan.
Rido Mustofa berharap, melalui seleksi ini, Desa Majalangu dapat memperoleh perangkat desa yang kompeten, berintegritas, serta mampu melayani masyarakat secara maksimal. Ia juga menegaskan komitmen panitia untuk menjaga netralitas dan profesionalisme hingga seluruh rangkaian seleksi selesai.“Harapan kami, siapa pun yang terpilih nantinya benar-benar berdasarkan kemampuan dan hasil ujian, bukan karena faktor lain. Ini demi kemajuan Desa Majalangu ke depan,” pungkasnya.
Pelaksanaan seleksi perangkat desa ini diharapkan menjadi contoh bagi desa lain dalam menerapkan sistem rekrutmen yang modern, transparan, dan berpihak pada kualitas sumber daya manusia.( Joko Longkeyang)





