Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaHeadline NewsPemerintahPemerintahan

Misi Kemanusiaan TKSCI, Menembus Batas Longsor Desa Penakir

404
×

Misi Kemanusiaan TKSCI, Menembus Batas Longsor Desa Penakir

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Harianpemalang.id, Pemalang  – Deru mesin mobil-mobil klasik memecah keheningan lereng Gunung Slamet. Bukan untuk sekadar bertamasya, iring-iringan Toyota Kijang Super Community Indonesia (TKSCI) Cabang Pemalang, Jawa Tengah tersebut membawa misi penting: menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak banjir bandang dan tanah longsor di dusun Sawangan, Desa Penakir, Kecamatan Pulausari, Kamis (29/1/2026).

​Medan yang terjal dan sisa-sisa material longsor yang masih menutup sebagian akses jalan tak menyurutkan nyali para pegiat otomotif ini. Mereka bertekad memastikan bantuan sampai ke titik pusat bencana di wilayah selatan Kabupaten Pemalang tersebut.

Advertisement
Example 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

​Setibanya di Posko PMI Desa Penakir, rombongan disambut oleh para relawan dan petugas gabungan yang tengah bersiaga. Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung sebagai bentuk transparansi dan kepedulian nyata.

​Sugeng Edi Widodo, ketua TKSCI Pemalang, menegaskan bahwa aksi ini adalah wujud nyata fungsi sosial komunitas. Di balik hobi merawat kendaraan tua, tersimpan solidaritas yang kuat bagi sesama yang sedang dirundung duka.​”Kami merasa terpanggil. Ini bukan soal gagah-gagahan di jalan, tapi soal bagaimana kehadiran kami bisa memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama bagi saudara-saudara kita di Penakir yang sedang berjuang di tengah bencana,” ujar Sugeng saat ditemui di sela-sela aktivitas posko.

​Bantuan yang diserahkan berupa paket sembako lengkap yang sangat dibutuhkan warga pengungsian. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Kepala Desa Penakir, Agus.

​Agus menyampaikan bahwa dukungan dari komunitas seperti TKSCI sangat krusial dalam masa transisi darurat seperti sekarang. Mengingat akses ekonomi yang sempat lumpuh, ketersediaan bahan pangan menjadi prioritas utama pihak desa dan PMI.”Atas nama warga, kami sangat berterima kasih. Kehadiran rekan-rekan komunitas otomotif memberikan suntikan moril bagi kami. Sinergi ini menunjukkan bahwa warga Penakir tidak sendirian menghadapi ujian ini,” ungkap Agus penuh haru.

​Hingga sore hari, koordinasi antara pihak komunitas, BPBD, dan PMI , Pemkab maupun Provinsi Jawa Tengah, terus dilakukan guna memastikan distribusi logistik tepat sasaran. Semangat “keguyuban” ini diharapkan menjadi inspirasi bagi elemen masyarakat lainnya untuk saling bahu-membahu memulihkan Desa Penakir.( Joko Longkeyang) .

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *