Harianpemalang.id, Pemalang – Dampak banjir besar yang mengepung pusat kota Pemalang pada akhir pekan ini turut melumpuhkan aktivitas di Kantor Sekretariat DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Pemalang. Akibat luapan air yang tak terbendung sejak Minggu (1/2/2026) dini hari, area basement kantor yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman No. 261 tersebut terendam air cukup dalam.
Insiden ini terjadi menyusul hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Mulyoharjo, Kebondalem, Sugihwaras, hingga Widuri sejak Sabtu malam. Lokasi kantor yang berada di jalur utama kota membuat debit air dari jalan raya dengan cepat masuk dan memenuhi ruang bawah tanah bangunan tersebut
Tonton Video ini 👇👇👇👇
Ketua DPD PSI Kabupaten Pemalang, Ir. Sudarsono, mengaku terkejut dengan kondisi markasnya. Saat diwawancarai di lokasi pada Minggu siang, ia menuturkan bahwa dirinya baru saja mendarat dari Makassar setelah menghadiri Rakerna( Rapat Kerja Nasional ( Rakernas) ke. ; 1( Satu) PSI se-Indonesia yang dihadiri oleh Bapak Joko Widodo presiden ke : 7 .”Saya baru tiba dari Makassar sekitar pukul 03.00 WIB Minggu pagi. Saat itu, rekan yang sedang piket di kantor memberi kabar darurat bahwa Pemalang dikepung hujan deras dan air luapan dari Jalan Jenderal Sudirman sudah mulai masuk menggenangi basement,” ungkap Sudarsono di tengah upaya pembersihan kantor.
Setibanya di Pemalang pada pukul 05.00 WIB, Sudarsono langsung menuju kantor sekretariat. Ia mendapati area bawah tanah sudah dipenuhi air, bahkan kendaraan operasional partai tidak sempat dievakuasi karena kenaikan debit air yang sangat cepat.
Menyadari situasi yang sulit ditangani secara mandiri, pihak DPD PSI segera berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan penanganan darurat. Sudarsono mengapresiasi respons cepat dari petugas di lapangan.
”Kami langsung meminta bantuan kepada BPBD Kabupaten Pemalang untuk membantu menarik mobil kantor yang terjebak di dalam genangan air di basement. Selain itu, kami juga berkoordinasi dengan Satpol PP untuk membantu proses penyedotan air menggunakan mesin pompa,” tambahnya.
Pantauan di lokasi hingga Minggu siang, petugas gabungan masih berjibaku melakukan pengeringan. Kapasitas air yang cukup besar di ruang bawah tanah membuat proses penyedotan memakan waktu lama. Hingga berita ini diturunkan, area basement belum sepenuhnya kering, sementara sejumlah dokumen dan perlengkapan kantor yang berada di area bawah dilaporkan mengalami kerusakan.
Kejadian yang menimpa kantor parpol di jantung kota ini menjadi potret nyata betapa parahnya dampak luapan air di wilayah perkotaan Pemalang kali ini. Ir. Sudarsono berharap peristiwa banjir yang merendam sejumlah kelurahan dan fasilitas publik ini menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk mengevaluasi secara total sistem drainase di sepanjang jalan-jalan protokol.”Ini menjadi pelajaran bersama. Perlu ada langkah konkret agar sistem pembuangan air di pusat kota bisa menampung debit hujan ekstrem, sehingga kejadian serupa tidak terus berulang dan merugikan masyarakat,” pungkasnya.( Joko Longkeyang)











