Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaHeadline NewsPemerintahan

DPR RI Sebut Jawa Tengah Motor Utama Transformasi Ekonomi Nasional

326
×

DPR RI Sebut Jawa Tengah Motor Utama Transformasi Ekonomi Nasional

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Harianpemalang.id, Semarang – Komisi VII DPR RI memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian Provinsi Jawa Tengah yang dinilai berhasil mengukuhkan posisi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. Pertumbuhan pesat pada sektor industri, pariwisata, dan ekonomi kreatif di wilayah ini dianggap sebagai pilar strategis dalam meningkatkan daya saing Indonesia di kancah global.

​Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, dalam pertemuan di Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah pada Jumat (20/2/2026). Ia menekankan bahwa Jateng memegang peran vital dalam peta pengembangan industri modern di Pulau Jawa.

Advertisement
Example 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

​Pusat Investasi dan Hilirisasi

​Rahayu menyoroti keberadaan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang dan Kawasan Industri Kendal sebagai elemen kunci dalam menarik investasi. Kedua kawasan tersebut dinilai menjadi simpul penting bagi penguatan hilirisasi industri di tanah air.​”Jawa Tengah menjadi sangat penting dalam mendukung transformasi ekonomi nasional. Kehadiran kawasan industri terpadu ini adalah jantung pengembangan industri baru di Pulau Jawa,” ujar Rahayu.

​Pariwisata Melaju Pesat

​Selain sektor manufaktur, pariwisata Jawa Tengah juga menunjukkan performa gemilang. Wakil Ketua Tim, Evita Nursanty, mengungkapkan bahwa sektor ini konsisten mengalami tren positif. Pada tahun 2025, pariwisata menyumbang 3,74 persen terhadap PDRB Jateng, dengan lonjakan daerah tujuan wisata mencapai 32 persen sejak 2022.

​Keberhasilan ini didorong oleh konektivitas internasional, khususnya rute penerbangan langsung dari Singapura dan Kuala Lumpur menuju Semarang. “Dampak penerbangan langsung ini luar biasa terhadap pergerakan wisatawan dan penguatan ekonomi daerah,” tambah Evita.

​Strategi Kolaborasi Gubernur

​Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyambut baik dukungan legislatif pusat tersebut. Mengingat luasnya wilayah yang mencakup 7.800 desa, Luthfi menegaskan bahwa pembangunan tidak bisa hanya mengandalkan APBD, melainkan harus melalui strategi kolaborasi dan investasi.”Kehadiran Komisi VII DPR RI memotivasi kami untuk mempercepat penguatan industri, pariwisata, dan UMKM sebagai motor pertumbuhan ekonomi,” jelas Luthfi.

​Saat ini, Pemprov Jateng tengah mengembangkan lebih dari 1.000 desa wisata serta mengoptimalkan destinasi super prioritas seperti Candi Borobudur sebagai lokomotif ekonomi lokal. Dengan infrastruktur yang semakin mumpuni, pemerintah daerah optimistis kontribusi ekonomi kreatif akan terus meningkat secara nasional.**( Joko Longkeyang)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *