Harianpemalang.id, Pemalang – Upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Lebaran terus dilakukan secara masif. Kali ini, Kodim 0711/Pemalang menghadirkan Bazar Ramadhan TNI sebagai solusi belanja hemat bagi masyarakat di tengah tren kenaikan harga pangan musiman.
Bertempat di halaman Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Pemalang, Jalan Kauman No. 1, gelaran ini menyedot perhatian warga Kelurahan Kebondalem dan sekitarnya pada Jumat (13/3/2026).
Kepedulian di Tengah Bulan Suci
Aksi sosial ini merupakan tindak lanjut dari program Mabes TNI yang dilaksanakan serentak di seluruh tanah air. Dandim 0711/Pemalang, Muhammad Arif, S.Hub. Int., menyatakan bahwa TNI berkomitmen untuk selalu hadir membantu masyarakat, terutama dalam momen krusial seperti persiapan menyambut Idulfitri 1447 H.”Bazar ini adalah wujud konkret kemanunggalan TNI dengan masyarakat. Kami berupaya memastikan kebutuhan dasar warga tercukupi tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam,” tegas Dandim saat meninjau langsung antrean warga.
Rincian Harga Paket Bazar
Masyarakat sangat terbantu dengan adanya paket sembako murah yang dibanderol sebesar Rp67.000, yang sudah mencakup:Beras kemasan 5 kg, Telur ayam 1 kg, Komoditas dapur (bawang merah dan cabai merah)
Selain paket tersebut, tersedia pula stok beras SPHP seharga Rp57.500, minyak goreng 2 liter seharga Rp30.000, hingga daging ayam potong dan gula pasir dengan harga distributor.
Sinergi Pemerintah dan Aparat
Acara yang berlangsung tertib ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pemalang, Ibu Era Srinaeni. Kolaborasi antara Kodim Pemalang dan Dinas Pertanian ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga mampu mengendalikan laju inflasi di wilayah Kabupaten Pemalang selama periode Ramadhan dan Lebaran.
Salah seorang warga yang hadir mengaku senang dengan adanya kegiatan ini. Menurutnya, selisih harga yang ditawarkan di bazar sangat signifikan dibanding harga di pasar tradisional, sehingga membantu menghemat pengeluaran rumah tangga menjelang hari raya.**( Joko Longkeyang).










