Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaHeadline NewsPemerintahan

Jateng Juara Akselerasi Koperasi, Menteri Ferry: Jadi Mesin Ekonomi Rakyat!

407
×

Jateng Juara Akselerasi Koperasi, Menteri Ferry: Jadi Mesin Ekonomi Rakyat!

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Harianpemalang.id, SEMARANG – Provinsi Jawa Tengah sukses mencatatkan prestasi gemilang sebagai wilayah paling progresif dalam pengembangan koperasi di tanah air. Menteri Koperasi RI, Ferry Juliantono, memberikan apresiasi tinggi atas kecepatan Jateng dalam melegalkan badan hukum Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

​Pujian tersebut disampaikan Ferry saat menghadiri Pengukuhan Pimpinan Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Jawa Tengah di Wisma Perdamaian, Semarang, Selasa (14/4/2026).

Advertisement
Example 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

​”Jawa Tengah saat ini menjadi provinsi tercepat dalam kepemilikan koperasi berbadan hukum. Ini bukan sekadar urusan administrasi, tapi langkah besar menjadikan koperasi sebagai pengungkit utama UMKM,” ujar Ferry Juliantono.

​Koperasi Harus “Satu Napas” dengan Pusat

​Ferry menegaskan bahwa Dekopinwil harus bergerak dalam satu irama dengan kebijakan pemerintah pusat. Menurutnya, tantangan terbesar setelah aspek legalitas tuntas adalah memastikan koperasi masuk ke ranah operasional yang produktif.

​Ia mendorong koperasi untuk memprioritaskan produk lokal melalui proses kurasi, inkubasi, hingga pembiayaan. Targetnya jelas: produk harian seperti pangan olahan dan kebutuhan rumah tangga harus mampu diproduksi secara mandiri oleh industri kecil di daerah.

​”Jika kita mampu memproduksi kebutuhan sendiri, efek ekonominya akan jauh lebih dahsyat bagi komunitas,” tambahnya.

​Jurus Ampuh Libas Pinjol

​Senada dengan Menteri Koperasi, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menekankan bahwa eksistensi koperasi harus menjadi jawaban atas persoalan nyata di masyarakat. Salah satunya adalah maraknya jeratan pinjaman online (pinjol) ilegal dan rentenir.

​”Koperasi tidak boleh eksklusif hanya untuk anggota. Ia harus hadir sebagai peredam masalah sosial. Jika koperasinya hidup dan aktif, masyarakat tidak akan lagi terjerat pinjol karena kebutuhan modal mereka terpenuhi di sini,” tegas Luthfi.

​Gubernur berharap koperasi mampu mendampingi sekitar 4,2 juta unit usaha mikro di Jateng agar bisa “naik kelas” menjadi usaha kecil dan menengah.

​Data Kekuatan Koperasi Jateng

​Berdasarkan data terbaru dari Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah, kekuatan ekonomi berbasis kerakyatan ini memang tidak main-main:

​Total Koperasi Aktif: 19.022 unit.

​Jumlah Anggota: Lebih dari 6,8 juta orang.

​Total Aset: Menembus Rp60,13 triliun.

​Volume Usaha: Mencapai Rp43,78 triliun.

​Sementara itu, untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), dari total 8.523 unit yang direncanakan, sebanyak 75,8% atau sekitar 6.271 unit sudah beroperasi secara nyata. Bahkan, 1.466 di antaranya telah memiliki gerai fisik yang berfungsi sebagai pusat distribusi logistik dan lumbung pangan lokal.

​Dengan pengukuhan Sri Hartini sebagai pimpinan Dekopinwil Jateng yang baru, diharapkan transformasi digital dan penguatan jaringan usaha koperasi semakin solid demi mewujudkan kesejahteraan serta keadilan ekonomi di Jawa Tengah.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *