Headline News

Plt Bupati Nurkholes: Slumpring Bukan Sekadar Kirab, Melainkan Jati Diri dan Penggerak Ekonomi Desa

×

Plt Bupati Nurkholes: Slumpring Bukan Sekadar Kirab, Melainkan Jati Diri dan Penggerak Ekonomi Desa

Sebarkan artikel ini

PEMALANG, Harianpemalang.id — Ribuan warga Desa Cibuyur, Kecamatan Warungpring, Kabupaten Pemalang, memadati jalan desa pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Kirab Budaya Slumpring 2026 yang digelar sebagai bentuk syukur sekaligus pelestarian tradisi, dihadiri langsung oleh Penjabat Bupati Pemalang, Nurcholis, yang menegaskan bahwa kegiatan budaya bukan sekadar hiburan, melainkan fondasi identitas sekaligus penggerak kesejahteraan masyarakat.

Sejak pukul 14.00 WIB, barisan kirab bergerak dari Balai Desa Cibuyur, diisi oleh pejabat daerah, perangkat desa, parade kostum dan kerajinan bambu, serta gunungan hasil bumi yang nantinya diperebutkan warga. Lantunan sholawat yang mengiringi barisan semakin memperkuat suasana religius dan seremonial kegiatan tersebut.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Dalam sambutannya, Plt. Bupati NurKholes menyampaikan apresiasi mendalam atas semangat warga Cibuyur yang berupaya menjaga tradisi tetap hidup di tengah arus zaman. “Saya sangat bahagia dapat hadir pada kegiatan ini. Karena Kirab Budaya Slumpring bukan sekadar kirab atau hiburan rakyat. Di dalamnya ada tradisi, nilai religius, seni budaya, gotong royong, sekaligus semangat untuk mengembangkan potensi ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Nurkholes kemudian menyoroti makna nama “Slumpring” dan filosofi bambu yang menjadi jantung kegiatan tersebut. “Bambu bagi masyarakat Cibuyur bukan sekadar tanaman, tetapi bagian dari sejarah dan kehidupan masyarakat. Dahulu banyak yang mengandalkan kerajinan dan anyaman bambu, dan hari ini bambu kembali diangkat menjadi karya kreatif,” jelasnya. Bambu, kata dia, mengajarkan nilai sederhana namun kuat: lentur namun tidak mudah patah, dan semakin kokoh ketika tumbuh bersama dalam satu rumpun — persis seperti masyarakat yang bersatu dan bergotong royong.

Plt. Bupati juga menegaskan visi strategis pemerintah daerah terhadap kegiatan ini. “Saya ingin Kirab Budaya Slumpring tidak hanya menjadi acara tahunan, tetapi bisa berkembang menjadi salah satu ikon budaya dan wisata Kabupaten Pemalang,” tegasnya. Desa Cibuyur, kata dia, memiliki modal luar biasa: budaya, kesenian, tradisi, hasil bumi, kerajinan bambu, UMKM, dan masyarakat yang bergerak bersama. Jika dikembangkan dengan baik, budaya bukan hanya menjaga identitas, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi yang nyata bagi warga.

Kepada generasi muda, Nurkholes berpesan agar tidak malu dengan budaya sendiri. “Jangan menganggap bambu sebagai sesuatu yang kuno. Justru di tangan generasi muda, bambu bisa menjadi produk kreatif dengan nilai jual yang tinggi. Manfaatkan teknologi dan media digital untuk memperkenalkan budaya dan produk lokal kepada masyarakat yang lebih luas,” ajaknya.

Di akhir sambutan, dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Plt. Bupati Pemalang secara resmi membuka Kirab Budaya Slumpring Tahun 2026. Ia berharap kegiatan ini terus tumbuh, mendapat dukungan dari seluruh instansi baik eksekutif maupun legislatif, dan menjadi bukti bahwa tradisi dan kemajuan bisa berjalan beriringan demi kesejahteraan bersama.

Sebelumnya, Kepala Desa Cibuyur, Yoyok Kusnodo, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. “Puji syukur ke hadirat Allah SWT. Atas limpahan rahmat-Nya, kita dapat berkumpul dalam keadaan sehat walafiat,” ujarnya. Ia berharap Festival Kirab Budaya Slumpring ini dapat terus diselenggarakan setiap tahun dan mendapat dukungan dari seluruh instansi, baik eksekutif maupun legislatif, agar tradisi luhur ini tetap terjaga dan menjadi kebanggaan bersama.( Joko Longkeyang).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *