PEMALANG, Harianpemalang.id — Fenomena kemarau panjang yang melanda kawasan Kabupaten Pemalang berimbas langsung pada ketersediaan air bersih warga. Perumda Air Minum Tirta Mulia mencatat adanya penurunan debit produksi yang cukup drastis dari beberapa titik mata air utama selama periode Juli hingga September 2026.
Lima sumber mata air vital yang mengalami penyusutan debit mencakup Mata Air Telaga Gede, Moga, Ketuk, Santen, dan Pucung. Total volume air yang biasanya menembus angka 120 liter per detik kini tergerus hingga menyisa sekitar 80 liter per detik. Penyusutan sebesar 40 liter per detik ini langsung menekan kapasitas distribusi ke rumah-rumah warga.
Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Mulia Kabupaten Pemalang, Budi Harsudiono Seto Aji, mengungkapkan bahwa keterbatasan pasokan air baku ini berdampak langsung pada kelancaran aliran air pelanggan, khususnya di wilayah perkotaan dan sekitarnya. Aliran air kini tidak lagi bisa mengalir penuh selama 24 jam nonstop seperti biasanya.
”Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan ini. Penyusutan debit ini murni dipicu faktor alam akibat musim kemarau panjang. Saat ini tim teknis terus berupaya melakukan rekayasa distribusi dan pemantauan ketat agar air tetap terbagi secara adil,” tegas Budi.
Untuk menyiasati penurunan volume tersebut, pihak PDAM terus memaksimalkan pengaturan aliran teknis di lapangan. Pola penyesuaian tekanan air diterapkan demi memastikan seluruh wilayah terdampak tetap menerima jatah pasokan air bersih meski jam operasionalnya terbatas.
Masyarakat yang bermukim di kawasan perkotaan Pemalang diimbau untuk segera mengantisipasi kondisi ini dengan menyiapkan penampungan air secukupnya saat aliran sedang menyala. Selain itu, warga juga diharapkan dapat menghemat penggunaan air harian agar ketersediaan air bersih tetap terjaga bagi seluruh masyarakat hingga pasokan kembali normal.( Ahmad Joko).







