Semarang, Harianpemalang.id – Suara dentuman tembakan membahana di Diponegoro Shooting Club (DSC) Shooting Range, Meteseh, Tembalang, Kota Semarang, Sabtu (26/9/2026). Momen tersebut menandai dibukanya secara resmi kompetisi menembak bergengsi “Pangdam IV/Diponegoro Championship Tahun 2026” oleh Panglima Kodam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han.
Ajang olahraga menembak tingkat nasional ini digelar khusus dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Kodam IV/Diponegoro. Lebih dari sekadar perayaan, kejuaraan ini menjadi panggung vital bagi para atlet tembak nasional untuk menguji ketangkasan, memajukan cabang olahraga menembak, serta mempererat tali silaturahmi dan sinergitas antara TNI, Polri, Perbakin, dan masyarakat.
Mayjen TNI Achiruddin dalam sambutan hangatnya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran panitia, juri, official, serta ratusan atlet yang hadir dari berbagai daerah. Menurutnya, antusiasme peserta yang luar biasa mencerminkan gairah yang semakin hidup dalam ekosistem olahraga menembak tanah air.
Ia menegaskan pentingnya pembinaan atlet secara konsisten melalui kompetisi yang terukur. Melalui kejuaraan ini, diharapkan lahir penembak-penembak jempolan yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki mental bertanding yang tangguh, jujur, serta berkarakter. Muaranya adalah melahirkan perwakilan Indonesia yang siap mencetak prestasi di ajang internasional.
Kompetisi tahun ini menyajikan persaingan ketat lewat berbagai materi lomba menarik. Di antaranya adalah Tembak Reaksi berstandar International Practical Shooting Confederation (IPSC) Level II yang terbagi dalam beragam divisi teknis. Selain itu, hadir pula kategori Tembak Tepat/Presisi untuk nomor perorangan dan beregu, serta laga eksklusif Dueling Plat yang diikuti oleh para Perwira Tinggi dan tamu undangan.
Seluruh rangkaian acara pembukaan berjalan aman, tertib, dan penuh kedisiplinan. Kejuaraan ini diproyeksikan menjadi angin segar bagi pembinaan atlet muda sekaligus memperkokoh soliditas antarinstansi di wilayah Jawa Tengah dan DIY.( Ahmad Joko).











