Headline News

25 Tahun Langganan Tambal Sulam, Ruas Jalan Jepara-Keling Akhirnya Dibeton Mulus

×

25 Tahun Langganan Tambal Sulam, Ruas Jalan Jepara-Keling Akhirnya Dibeton Mulus

Sebarkan artikel ini

JEPARA, Harianpemalang.id – Penantian panjang warga Kabupaten Jepara akan akses jalan yang layak dan aman akhirnya terbayar tuntas. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen mengebut proyek betonisasi serta pelebaran jalan di ruas Jepara–Keling sepanjang 3,3 kilometer pada tahun 2026.

​Langkah ini diambil Pemprov Jateng melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) guna merespons cepat keluhan masyarakat terhadap titik-titik jalan berlubang yang mengancam keselamatan pengendara, sekaligus memperlancar akses mobilitas ekonomi warga di jalur alternatif Jepara–Pati via Tayu.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

​Pengawas Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Provinsi Jawa Tengah, Akasio Da Assuncao, mengonfirmasi bahwa pengerjaan fisik di lapangan dilakukan melalui dua skema pendanaan, yakni paket reguler dan paket tambahan (perkada).

​”Untuk paket reguler, panjang penanganan mencapai 930 meter dengan nilai kontrak sekitar Rp7 miliar. Pengerjaan sudah dimulai sejak 29 Juni 2026 dan ditargetkan rampung pada 25 Desember 2026,” ujar Akasio saat memberikan keterangan teknis di Jepara, Selasa (3/11/2026).

​Sementara itu, paket perkada menjangkau perbaikan sepanjang 2,4 kilometer yang terbagi dalam tiga segmen strategis. Segmen pertama membentang sepanjang 1,4 kilometer, segmen kedua difokuskan pada pembenahan box culvert, serta segmen ketiga sepanjang 900 meter.

​”Secara keseluruhan, kedua paket ini menangani total panjang 3,3 kilometer. Semua menggunakan konstruksi beton (rigid pavement) dan ditargetkan selesai seluruhnya tahun ini,” tegasnya.

​Dalam proses pengerjaannya, tim di lapangan harus menyiasati tantangan cuaca ekstrem. Menurut Akasio, proses pengecoran beton memerlukan kontrol ketat terhadap suhu udara agar kualitas ketahanan jalan yang dihasilkan tetap berada pada standar teknis tertinggi.

​Selain daya tahan struktur, dimensi jalan pun diperluas secara signifikan. Jalan yang semula berukuran 5,8 hingga 6,8 meter kini dilebarkan menjadi 7,5 meter, ditambah bahu jalan masing-masing satu meter di sisi kanan dan kiri. Dengan demikian, total lebar ruang jalan mencapai 9,5 meter.

​Sentuhan Nyata Pemprov Jateng Akhiri ‘Trauma’ Pengendara

​Perubahan ini disambut suka cita oleh warga setempat. Iis Putri Permatasari, warga Bangsri yang menjadikan jalur tersebut sebagai lintasan harian menuju tempat kerja, mengaku tak lagi cemas saat melintas pada malam hari atau di tengah guyuran hujan.

​”Dulu jalannya rusak berat, jeglong-jeglong. Sangat membahayakan, apalagi kalau hujan lubangnya tertutup air. Sering sekali terjadi kecelakaan. Sekarang alhamdulillah jalannya sudah mulus dibeton, berkendara jadi makin tenang,” tutur Iis.

​Senada dengan Iis, Sunaryo, warga Mlonggo yang telah menetap sejak 1995, menyebut betonisasi ini sebagai bentuk perhatian nyata pemerintah yang sudah ditunggu selama seperempat abad.

​”Sejak saya tinggal di sini tahun 1995, perbaikannya hanya sebatas tambal sulam. Sudah 25 tahun kondisinya seperti itu. Baru sekarang ada perbaikan menyeluruh dengan beton. Rakyat sangat senang,” ungkap Sunaryo.

​Ia menambahkan, perbaikan akses jalan ini tidak sekadar menjamin keselamatan lalu lintas, tetapi juga langsung mendongkrak denyut perekonomian lokal dan nilai aset properti di sekitar kawasan Jepara–Keling.( Ahmad Joko).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *