Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaHeadline NewsPemerintahanPendidikan

Ahmad Luthfi Pastikan Mahasiswa Aceh, Sumut, dan Sumbar di Semarang Tak Kehilangan Arah

86
×

Ahmad Luthfi Pastikan Mahasiswa Aceh, Sumut, dan Sumbar di Semarang Tak Kehilangan Arah

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Harianpemalang.id, Semarang — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan komitmennya untuk menjadi penopang bagi mahasiswa asal Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat yang tengah menuntut ilmu di Kota Semarang. Dalam pertemuan bersama para mahasiswa di Asrama Mahasiswa Aceh, Tembalang, pada Senin, 8 Desember 2025, ia mengibaratkan dirinya sebagai “bapak” yang siap memastikan keberlangsungan studi mereka.

Gubernur menyebutkan bahwa pemerintah provinsi telah menyiapkan dukungan nyata, mulai dari bantuan logistik hingga biaya kos selama tiga bulan. Selain itu, ia juga telah berkoordinasi dengan para rektor kampus untuk memberikan keringanan bagi mahasiswa yang berasal dari daerah terdampak banjir dan longsor.“Biaya kos selama tiga bulan kami tanggung. Untuk kuliah, saya sudah menghubungi rektor masing-masing agar memberikan kemudahan. Pemerintah provinsi akan mendukung kegiatan akademik kalian. Kalian tidak sendiri, saya bertanggung jawab atas kenyamanan belajar di sini,” ujar Ahmad Luthfi.

Advertisement
Example 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

Tak hanya itu, Gubernur juga menaruh perhatian pada persoalan komunikasi antara mahasiswa dengan keluarga mereka. Sebagian mahasiswa mengaku kesulitan menghubungi keluarga karena gangguan jaringan di wilayah bencana. Upaya penguatan komunikasi pun dilakukan agar mereka tetap mendapatkan kabar dari rumah.“Mereka yang belum bisa terhubung dengan keluarganya, sudah kami bantu untuk membuka akses komunikasi. Ini diharapkan bisa memberikan ketenangan, sehingga mereka tetap fokus pada pendidikannya,” jelasnya.

Ketua Ikatan Pelajar Aceh Semarang (IPAS), Muhammad Haekal Halifah, mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Ia menyebutkan bahwa bantuan kos, kebutuhan harian, serta perhatian terhadap biaya kuliah sangat meringankan mahasiswa.

Menurut Haekal, saat ini pihaknya bersama komunitas mahasiswa Sumut dan Sumbar tengah melakukan pendataan secara rinci untuk memastikan bantuan tersalurkan kepada seluruh mahasiswa terdampak. “Mahasiswa Aceh yang terdata ada 107 orang, Sumbar sekitar 200-an, dan Sumut lebih dari 100 orang. Pendataan masih berjalan agar semua mendapatkan haknya,” ucap mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Diponegoro itu.

Ungkapan terima kasih juga datang dari mahasiswa Sumut, Naswa Salsabila, dan mahasiswa Sumbar, Ghazza Al Hafizh Hasbi. Mereka mengatakan bahwa dukungan tersebut membuat mereka lebih tenang menghadapi masa studi.“Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Prioritas kami tetap pendidikan, dan dukungan Gubernur membuat orang tua tidak khawatir lagi,” ujar Ghazza. *

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *