Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaHeadline NewsPemerintahan

Ancaman Manis di Balik Usia Emas, Kunci Sehat di Balik Label Makanan Waspada Gula Tersembunyi! 

553
×

Ancaman Manis di Balik Usia Emas, Kunci Sehat di Balik Label Makanan Waspada Gula Tersembunyi! 

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Harianpemalang.id, Pemalang – Ungkapan populer “Life \text{ begin at } 40” merujuk pada puncak produktivitas, namun usia di atas empat puluh tahun juga merupakan fase krusial bagi kesehatan. Secara ilmiah, “Rule of 1%” menunjukkan adanya penurunan atau perubahan fungsi tubuh yang tak terhindarkan seiring bertambahnya usia. Penglihatan tak lagi tajam, gigi melemah, pencernaan melambat, dan rasa haus sering terlambat disadari.

Pada fase ini, metabolisme tubuh cenderung menurun. Akibatnya, kelebihan gula menjadi lebih mudah menumpuk. Ironisnya, ancaman terbesar kini bukan datang dari gula pasir yang tampak jelas, melainkan dari gula yang bersembunyi rapi di balik label makanan kemasan yang dikonsumsi sehari-hari.

Advertisement
Example 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

Dokter Darmanto dalam seri edukasi kesehatannya menekankan bahwa pola makan sederhana—lebih alami dan minim olahan—adalah kunci utama. Namun, tantangan hidup modern sering memaksa kita berhadapan dengan produk olahan seperti biskuit “rendah lemak,” minuman teh kemasan, atau saus. Untuk itu, ia mengingatkan pada pepatah, “An ounce of prevention is worth a pound of cure”—sedikit pencegahan hari ini jauh lebih berharga daripada upaya penyembuhan esok hari.

Kuncinya adalah menjadi konsumen yang cerdas:

1. Porsi Saji yang Menipu: Jangan terkecoh hanya dengan angka gula per sajian. Banyak kemasan mengandung dua hingga tiga porsi saji. Jika satu sajian mengandung 8 gram gula, menghabiskan satu bungkus yang berisi dua sajian berarti tubuh telah mengonsumsi 16 gram gula, setara dengan hampir empat sendok teh gula pasir.

2. Bedakan Jenis Gula: Pelajari perbedaan antara Gula Total (termasuk gula alami dari buah atau susu) dan Gula Tambahan. Gula tambahan inilah yang harus dibatasi. Para ahli gizi merekomendasikan batas praktis sekitar 25 gram gula tambahan per hari, atau kurang lebih enam sendok teh, sebagai rem untuk mencegah konsumsi berlebihan.

2. Waspada Nama Samaran Gula: Gula sering kali menyamar di daftar bahan baku dengan berbagai nama, seperti sukrosa, glukosa, fruktosa, sirup jagung, maltodekstrin, atau bahkan pemanis yang terdengar “sehat” seperti madu dan sirup kurma. Jika nama-nama ini muncul di urutan awal daftar bahan, dapat dipastikan produk tersebut mengandung kadar manis yang tinggi.

3. Perbandingan Praktis: Untuk membandingkan merek, selalu lihat kolom nutrisi per 100 gram atau per 100 mililiter. Angka yang lebih kecil menunjukkan produk yang lebih bersahabat bagi kadar gula darah Anda.

Membaca label gizi bukanlah sekadar teori, melainkan sebuah kebiasaan kecil yang harus diulang secara konsisten. Seperti kutipan yang berbunyi, “We are what we repeatedly do,” kesehatan adalah akumulasi dari pilihan-pilihan sederhana.

Setiap kali berbelanja, luangkan waktu untuk mengambil kemasan, membaca porsi saji, dan mengecek kandungan gula tambahan. Tanyakan pada diri sendiri, “Apakah asupan ini benar-benar diperlukan?” Langkah kecil yang konsisten hari ini akan menjadi benteng pelindung agar tubuh tidak mudah terseret menuju diabetes, dan bagi yang telah berisiko, membantu menjauh dari komplikasi penyakit.

Merawat usia krusial dilakukan dengan pelan, konsisten, dan penuh kasih sayang pada diri sendiri.

Pemalang, 7 November 2025

Oleh: dr. Darmanto. S.Pd.,M.Kes

Editor : Ahmad Joko SSp, S.H.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *