Harianpemalang.id, Pemalang – Pekatnya lumpur dan puing-puing sisa terjangan alam masih menggelayut di Desa Sima, Kecamatan Moga. Wilayah yang biasanya tenang di kaki perbukitan Pemalang selatan itu, kini harus berhadapan dengan kenyataan pahit pascabanjir bandang dan tanah longsor akibat intensitas hujan yang ekstrem. Namun, di tengah getirnya masa pemulihan, sebuah gerakan kemanusiaan hadir memberikan secercah harapan bagi para penyintas.
Adalah Klinik Utama Gondo Medika Sehat yang tergerak nuraninya untuk meringankan beban warga terdampak. Pada Rabu (28/1/2026), rombongan yang dipimpin langsung oleh dr. Udi Pranata, Sp.N., FINA, bertolak dari Bojongbata menuju medan bencana di lereng Moga guna menyalurkan bantuan logistik dan medis yang sangat mendesak.
Kehadiran dr. Udi Pranata beserta timnya bukan sekadar seremoni penyerahan bantuan. Bagi praktisi kesehatan yang berbasis di Jalan Anggur, Kelurahan Bojongbata ini, aksi tersebut adalah wujud nyata bahwa kemanusiaan tidak boleh terhalang oleh sekat geografis.”Kami hadir di sini untuk memastikan bahwa saudara-saudara kita di Desa Sima tidak merasa berjuang sendirian. Prioritas kami adalah memastikan kebutuhan kelompok rentan, terutama bayi dan lansia, tetap terjaga di tengah keterbatasan fasilitas pascabencana,” ujar dr. Udi dengan nada empatik saat menyerahkan bantuan secara simbolis.
Memahami bahwa kebutuhan di lokasi bencana sangatlah spesifik, Klinik Utama Gondo Medika Sehat membawa sedikitnya 54 item bantuan yang telah dikurasi secara cermat. Paket bantuan ini tidak hanya menyasar perut, tetapi juga ketahanan kesehatan para pengungsi.
Rincian bantuan tersebut meliputi perlengkapan perlindungan balita untuk menjaga gizi si kecil, serta selimut dan handuk bersih guna mengantisipasi risiko hipotermia di tengah cuaca lereng yang dingin. Selain itu, tim juga menyertakan obat-obatan esensial, perlengkapan sanitasi, hingga makanan ringan bernutrisi guna membentengi warga dari potensi wabah penyakit yang lazim muncul pascabanjir.
Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Camat Moga, Drajat, S.Hut., M.M., bersama jajaran Danramil Moga. Drajat mengungkapkan bahwa bantuan yang bersifat spesifik seperti kebutuhan bayi dan obat-obatan merupakan barang yang paling langka di posko pengungsian saat ini.”Kami atas nama masyarakat Kecamatan Moga, khususnya warga Desa Sima, sangat mengapresiasi langkah cepat dr. Udi dan tim. Di saat akses terganggu dan harta benda warga luluh lantak, bantuan krusial ini laksana oase yang sangat menolong,” tutur Drajat.
Bencana memang membawa duka mendalam, namun solidaritas yang ditunjukkan oleh Klinik Utama Gondo Medika Sehat membuktikan bahwa profesionalitas medis dapat berjalan beriringan dengan kepekaan sosial. Langkah ini menjadi pengingat bagi publik bahwa luka di Desa Sima adalah luka kolektif, dan percepatan pemulihannya bergantung pada eratnya uluran tangan antar sesama.( Joko Longkeyang)










