Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaHeadline NewsPemerintahPemerintahan

Bencana Desa Bongas, Ikhtiar Mencari Dia Orang Korban di Tanah Labil

49
×

Bencana Desa Bongas, Ikhtiar Mencari Dia Orang Korban di Tanah Labil

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Harianpemalang.id, Pemalang – Pagi yang tenang di kaki bukit wilayah selatan Pemalang berubah menjadi kepanikan. Hujan deras yang mengguyur tanpa henti mengakibatkan tebing di area Perhutani, Dukuh Siranti, Desa Bongas, Kecamatan Watukumpul, runtuh menerjang pemukiman dan lahan pertanian pada Minggu (25/1) pukul 06.00 WIB.

Tragedi ini menyisakan pilu mendalam bagi warga setempat. Hingga berita ini disusun, dua warga atas nama Hamim (60) dan Aksinudin (40) dilaporkan hilang, diduga kuat tertimbun material tanah longsor yang datang secara tiba-tiba.”Kami berkejaran dengan waktu. Saat ini fokus utama adalah pencarian korban. Warga bersama perangkat desa dan relawan masih berusaha menyisir lokasi dengan peralatan seadanya,” ungkap Kepala Desa Bongas, Arum Subiyakta, melalui laporan resminya.

Advertisement
Example 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

Dampak kerusakan tidak hanya menyasar nyawa manusia. Keganasan alam ini melumat sedikitnya satu hektar tanaman padi yang sudah memasuki masa siap panen. Tak hanya itu, lima ekor kambing milik warga juga dilaporkan hilang tertimbun material longsoran yang dipicu oleh kondisi tanah yang labil dan curah hujan ekstrem.

Aparat gabungan yang terdiri atas Pemerintah Desa, Kecamatan, Babinsa, serta Bhabinkamtibmas langsung bersiaga di lokasi sejak laporan diterima pada pukul 08.00 WIB. Mereka bahu-membahu mengamankan perimeter untuk meminimalisasi risiko jatuh korban baru.

Kondisi di lapangan saat ini masih cukup mengkhawatirkan. Ancaman longsor susulan masih menghantui wilayah Dukuh Siranti mengingat cuaca yang belum menentu. Hal ini menjadi tantangan berat bagi tim penyelamat yang hanya mengandalkan tenaga manual.”Kebutuhan mendesak kami saat ini adalah peralatan pencarian yang memadai. Koordinasi dengan BPBD Kabupaten Pemalang dan pihak Kecamatan Watukumpul sudah kami lakukan secara intensif agar bantuan teknis segera tiba di lokasi,” tambah Arum.

Keselamatan tim pencari tetap menjadi prioritas utama di tengah kondisi tanah yang masih bergerak, sembari terus berikhtiar menemukan Hamim dan Aksinudin dalam kondisi terbaik.( Joko Longkeyang).

 

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *