Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaHeadline NewsPemerintahan

Brunei Lirik Energi Hijau Jateng, Rencana Investasi Besar

30
×

Brunei Lirik Energi Hijau Jateng, Rencana Investasi Besar

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Harianpemalang.id, Semarang – Komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam menarik investasi asing kian menunjukkan hasil nyata. Keluarga Diraja Brunei Darussalam, Pangiran Muda Abdul Qawi ibni Mohamed Bolkiah, secara khusus menyambangi kantor Gubernur Jawa Tengah untuk mematangkan rencana investasi besar di sektor energi terbarukan dan pengelolaan limbah, Kamis (5/2/2026).

​Langkah konkret ini ditandai dengan penandatanganan letter of intent (LoI) yang memfokuskan kerja sama pada pembangunan berkelanjutan. Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari komunikasi awal yang sempat terjalin pada akhir tahun 2025 lalu antara Pangiran Muda Abdul Qawi dengan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.

Advertisement
Example 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

​Gubernur Ahmad Luthfi menyambut hangat kehadiran delegasi Brunei tersebut. Menurutnya, luas wilayah Jawa Tengah yang mencakup 35 kabupaten/kota menawarkan potensi eksplorasi yang sangat besar untuk mendorong pemerataan ekonomi daerah.”Kami mengapresiasi minat serius dari Pangiran Muda Abdul Qawi. Fokus utama kami saat ini adalah inovasi pengelolaan sampah dan optimalisasi energi bersih,” ujar Luthfi.

​Sektor sampah menjadi sorotan utama mengingat target nasional zero waste pada 2029. Luthfi menjelaskan bahwa model pengelolaan sampah berbasis Refuse Derived Fuel (RDF) yang sukses di Banyumas dan Pekalongan akan coba diduplikasi di wilayah lain, termasuk Solo Raya.

​Selain sampah, sektor energi terbarukan juga menjadi “jualan” utama. Pemprov Jateng menawarkan pemanfaatan waduk-waduk di Jawa Tengah sebagai sumber energi bersih, terutama untuk menyuplai kebutuhan di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).”KITB adalah kawasan industri terbesar kami yang sudah terintegrasi dengan pariwisata hingga logistik. Ini peluang emas bagi investor,” imbuhnya.

​Sementara itu, Pangiran Muda Abdul Qawi menyatakan kekagumannya atas perkembangan Jawa Tengah. Selain agenda bisnis, ia menyempatkan diri bernostalgia mengunjungi Candi Borobudur yang terakhir kali ia sambangi dua dekade silam. Ia optimistis kerja sama ini akan berkembang ke sektor lain seperti agroindustri, logistik rantai dingin, hingga layanan kesehatan ramah lingkungan.

​Hingga penutup tahun 2025, investasi Brunei di Jateng tercatat menyentuh angka Rp5 miliar. Angka ini diprediksi akan melonjak tajam seiring realisasi kesepakatan baru di sektor energi hijau dan pengolahan limbah tersebut.**( Joko Longkeyang)

 

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *