Harianpemalang.id, Brebes – Wajah-wajah ceria menghiasi ruang kelas 6 SDN Cikuya 01, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, pada Jumat (13/2). Tak ada deru mesin alat berat di sini, yang ada hanyalah binar mata para siswa saat menyerap asupan semangat dari personel Satgas TMMD Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes.
Serka Sagiman, salah satu prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas, menanggalkan sejenak peralatan konstruksinya untuk berdiri di depan kelas. Didampingi guru kelas, Waenah, S.Pd., ia memberikan materi wawasan kebangsaan yang dikemas dengan motivasi emosional agar para siswa tetap optimis mengejar cita-cita meski tinggal di daerah perdesaan.
Dalam sesi yang berlangsung interaktif tersebut, Serka Sagiman menitikberatkan pada pentingnya kedisiplinan dan mental pantang menyerah. Menurutnya, anak desa memiliki potensi yang sama besarnya dengan anak kota jika dibekali tekad yang kuat.”Anak-anak ini adalah wajah masa depan Indonesia. Melalui sasaran non-fisik TMMD ini, kami ingin menyuntikkan kepercayaan diri bahwa prestasi tidak mengenal batasan wilayah. Anak desa pun bisa menggapai bintang,” ujar Serka Sagiman di sela-sela kegiatannya.
Waenah, S.Pd., selaku pengajar, mengaku sangat terbantu dengan kehadiran TNI di sekolahnya. Ia melihat perubahan signifikan pada antusiasme siswa yang menjadi lebih tertib dan terinspirasi oleh sosok prajurit.
Dandim 0713/Brebes selaku Dansatgas TMMD ke-127, Letkol Inf Ambariyantomo, S.Hub.Int., memberikan apresiasi tinggi terhadap aksi nyata bawahannya. Baginya, membangun infrastruktur jalan memang penting, namun membangun manusia adalah prioritas jangka panjang.”TMMD tidak hanya soal fisik seperti jalan atau jembatan, melainkan soal mencetak SDM unggul. Kami ingin jejak TNI di Desa Cikuya meninggalkan kesan mendalam yang memotivasi generasi muda untuk berkontribusi bagi bangsa,” tegas Letkol Inf Ambariyantomo.
Aksi “TNI Mengajar” ini menjadi bukti bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat dapat terwujud lewat berbagai cara, termasuk lewat meja kelas guna mempersiapkan generasi emas sejak dini.*(Joko Longkeyang).







