Harianpemalang.id, Pemalang – Momentum penting bagi keberlanjutan roda pemerintahan di tingkat desa kembali bergulir. Panitia Pengangkatan Perangkat Desa (P3D) Desa Bodas, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, secara resmi menyelenggarakan tahapan ujian seleksi untuk posisi Kepala Urusan (Kaur) Perencanaan pada hari Minggu (28/12/2025).
Bertempat di laboratorium komputer SMK Muhammadiyah Watukumpul, pelaksanaan ujian ini menjadi sorotan karena mengedepankan aspek transparansi dan modernitas. Langkah ini diambil guna memastikan bahwa calon yang terpilih memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan tata kelola administrasi desa di masa depan.
Ketua Panitia P3D Desa Bodas, Andi Setiabudi, mengungkapkan bahwa pemilihan lokasi di SMK Muhammadiyah Watukumpul bukan tanpa alasan. Fasilitas teknologi informasi yang tersedia di sekolah tersebut dinilai sangat mumpuni untuk menjalankan metode Computer Assisted Test (CAT).”Kami ingin memastikan proses ini berjalan seadil mungkin. Di SMK Muhammadiyah, perlengkapan komputernya lengkap dan stabil, sehingga ujian berbasis CAT dapat terlaksana tanpa kendala teknis. Sistem ini memungkinkan nilai langsung keluar secara transparan,” ujar Andi saat ditemui di sela-sela kegiatan.
Ujian kali ini diikuti oleh lima orang peserta yang telah lolos verifikasi administrasi. Dinamika peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap pengabdian di tingkat desa. Dari lima kandidat tersebut, empat orang merupakan putra daerah asli Desa Bodas yang ingin membangun tanah kelahirannya. Sementara itu, satu peserta lainnya berasal dari Desa Majalangu, yang masih dalam satu lingkup Kecamatan Watukumpul.
Meski terdapat persaingan antarwilayah, panitia memastikan bahwa seluruh peserta mendapatkan perlakuan dan kesempatan yang sama di depan layar monitor ujian.
Dalam upaya menjaga muruah seleksi, Andi Setiabudi menegaskan bahwa 100 butir soal pilihan ganda yang diujikan disusun secara mandiri oleh tim internal desa. Ia memberikan jaminan penuh bahwa naskah ujian tersebut sangat terjaga kerahasiaannya.”Soal kami buat secara internal dengan pengawasan ketat. Kami berani menjamin bahwa proses ini steril dari praktik kecurangan atau kebocoran soal. Integritas panitia adalah taruhannya, karena kami ingin menghasilkan perangkat desa yang benar-benar berkualitas melalui proses yang jujur,” tambah Andi dengan tegas.
Melalui seleksi yang ketat dan berbasis teknologi ini, masyarakat Desa Bodas menaruh harapan besar agar siapa pun yang terpilih nantinya sebagai Kaur Perencanaan dapat membawa perubahan positif dan tata kelola perencanaan desa yang lebih matang.( Joko Longkeyang).









