Example floating
Example floating
Example 728x250
Headline News

Di Boyolali Ahmad Luthfi Lepas Ribuan Perantau, Balik Gratis Jadi Solusi Hemat Warga

446
×

Di Boyolali Ahmad Luthfi Lepas Ribuan Perantau, Balik Gratis Jadi Solusi Hemat Warga

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Harianpemalang.id, Pemalang – Senyum sumringah terpancar dari ribuan wajah warga Jawa Tengah yang bersiap kembali mengadu nasib di ibu kota. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, secara resmi melepas keberangkatan peserta program Balik Rantau Gratis 2026 di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Sabtu (28/3/2026).

​Langkah ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam meringankan beban ekonomi masyarakat, khususnya para pekerja di sektor informal. Tahun ini, total sebanyak 21.975 warga telah merasakan manfaat dari rangkaian program mudik dan balik gratis yang difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Advertisement
Example 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

​Kehadiran Negara bagi Pekerja Informal

​Di titik pemberangkatan Asrama Haji Donohudan, sebanyak 41 armada bus dikerahkan untuk membawa para pejuang nafkah menuju Jabodetabek dan Bandung. Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa program ini bukan sekadar bantuan transportasi, melainkan upaya menjaga kesejahteraan tabungan keluarga perantau.

​”Negara perlu hadir untuk memberikan fasilitas. Tidak hanya saat mudik, tetapi saat balik pun kita dampingi dengan menghadirkan program balik rantau gratis ini,” tegas Ahmad Luthfi di hadapan para peserta.

​Menurut Luthfi, dengan tiket yang ditanggung pemerintah, para pekerja informal dapat menyisihkan uang mereka untuk modal usaha atau kebutuhan mendesak keluarga di kampung halaman.

​Keamanan dan Kelancaran Jadi Prioritas

​Selain dampak ekonomi, Ahmad Luthfi menyoroti aspek keselamatan lalu lintas. Dengan sistem pemberangkatan yang terpusat dan terkoordinasi, pengawasan terhadap kelaikan armada (ramp check) dan kesehatan kru bus menjadi lebih terjamin.

​”Pergerakan yang terkonsentrasi ini memudahkan pengawasan lalu lintas. Hal ini efektif meminimalkan titik rawan kecelakaan atau black spot, sehingga warga kita bisa sampai di tujuan dengan selamat,” tambahnya.

​Kepala Dinas Perhubungan Jateng, Arif Djatmiko, menambahkan bahwa antusiasme masyarakat sangat luar biasa tinggi. Pendaftaran daring yang dibuka selama dua hari langsung ludes dalam waktu hanya 10 menit.

​Kisah Haru dan Harapan Peserta

​Program tahun ini juga dirancang sangat inklusif dengan memprioritaskan kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas. Sudiman, salah satu peserta, mengaku sangat bersyukur karena anaknya yang berkebutuhan khusus mendapatkan fasilitas yang sangat memadai.

​”Sangat membantu sekali bagi kami sekeluarga. Harapannya program ini terus berlanjut di tahun-tahun mendatang,” ungkapnya.

​Hal senada disampaikan Lendra, seorang driver ojek online asal Solo. Ia merasa sangat terbantu karena bisa mengalokasikan anggaran tiket bus untuk kebutuhan sekolah anaknya di perantauan.

​Pesan untuk Perantau Jawa Tengah

​Sebelum melepas rombongan secara simbolis, Ahmad Luthfi menitipkan pesan agar warga Jawa Tengah tetap menjaga identitas daerah yang dikenal pekerja keras namun tetap santun.

​”Bawalah nama baik Jawa Tengah. Kita dikenal sebagai masyarakat yang pekerja keras, sopan, dan toleran di mana pun kita berada,” pungkas Gubernur.

​Dengan pelepasan ini, ribuan warga kini melangkah lebih ringan menuju Jakarta dan sekitarnya, membawa sejuta harapan tanpa terbebani biaya perjalanan yang kian melambung pascalebaran.**( Joko Longkeyang).

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *