Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaHeadline NewsPemerintahan

Gubernur Jateng Kucurkan Rp4,1 Miliar untuk Karanganyar Usai Dengar Curhat Petani di Angkringan

324
×

Gubernur Jateng Kucurkan Rp4,1 Miliar untuk Karanganyar Usai Dengar Curhat Petani di Angkringan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Harianpemalang.id, Pemalang – Diplomasi “meja kayu” dilakukan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, saat menyambangi Desa Wonolepo, Karanganyar, Rabu (8/4/2026). Di sebuah angkringan dekat Embung Alastuwo, Luthfi memilih duduk semeja dengan para petani untuk “belanja masalah” sembari menyeruput kopi hangat.

​Dalam suasana santai tanpa batasan protokoler, Ahmad Luthfi didampingi Bupati Karanganyar Rober Christanto, mendengarkan langsung rentetan persoalan yang mencekik produktivitas pertanian lokal. Mulai dari infrastruktur air yang rusak hingga ancaman gagal panen akibat cuaca yang tak menentu.

Advertisement
Example 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

​Solusi Anggaran untuk Irigasi dan Alsintan

​Keluhan para petani mengenai kebocoran saluran irigasi tersier dan sekunder yang menghambat distribusi air langsung dijawab dengan komitmen anggaran. Ahmad Luthfi mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menyiapkan dana bantuan sebesar Rp4,1 miliar khusus bagi Kabupaten Karanganyar yang akan disalurkan pada Juni 2026.

​”Anggaran sudah siap. Nanti bulan Juni bantuan cair, distribusinya melalui Pak Bupati. Fokusnya untuk perbaikan irigasi, bantuan traktor, mesin pengering, hingga bibit jagung dan tebu,” tegas Luthfi di hadapan para petani.

​Proteksi Gagal Panen Lewat Asuransi

​Selain masalah infrastruktur, Gubernur menyoroti risiko gagal panen yang mencapai 30 persen akibat faktor alam. Sebagai solusinya, ia menginstruksikan para petani untuk tidak ragu memanfaatkan program asuransi pertanian.

​”Jika terjadi puso atau gagal panen, segera ajukan klaim asuransi. Kami akan bantu teruskan ke Jasindo agar petani tidak rugi total. Perlindungan ini bagian dari target swasembada pangan 2026,” tambahnya.

​Luthfi juga memastikan ketersediaan pupuk di wilayah tersebut dalam posisi aman dan mendorong percepatan program pompanisasi melalui pendataan di tingkat desa.

​Komunikasi yang Membumi

​Pendekatan “ngobrol di warung” ini mendapat jempol dari para anggota Gapoktan Sumber Rejeki, Desa Sroyo. Mereka menilai gaya kepemimpinan yang langsung turun ke akar rumput membuat aspirasi masyarakat kecil tidak hanya tersampaikan, tetapi juga langsung membuahkan solusi nyata.

​”Kalau pemimpin mau mendengar langsung begini, kami jadi tenang. Petani diperhatikan, hasil panen pasti maksimal,” ujar salah satu perwakilan petani.

​Langkah Ahmad Luthfi ini menegaskan bahwa kebijakan strategis untuk mewujudkan ketahanan pangan sering kali lebih efektif jika dimulai dari dialog sederhana di tengah masyarakat.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *