Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaHeadline News

Hebat Pemuda Pemalang Ciptakan Mesin Tanam Padi, Hemat Biaya hingga 60 Persen!

1182
×

Hebat Pemuda Pemalang Ciptakan Mesin Tanam Padi, Hemat Biaya hingga 60 Persen!

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Harianpemalang.id, Pemalang – Kabar membanggakan datang dari sektor pertanian di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Seorang pemuda kreatif bernama Ardiya Angga Saputra berhasil mengembangkan mesin tanam padi modern melalui jenama Ponco Tani. Inovasi ini digadang-gadang menjadi pendukung nyata bagi visi swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Berbasis di Desa Bodeh, Ardiya melanjutkan estafet perjuangan ayahnya, Ponco Widodo, yang telah merintis usaha pembibitan padi sejak 2006. Pada pertengahan tahun 2025, usaha keluarga ini bertransformasi menjadi produsen alat mesin pertanian (alsintan) tepat guna yang diproduksi secara mandiri.

Advertisement
Example 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

Ponco Tani meluncurkan dua tipe mesin unggulan yang disesuaikan dengan kebutuhan lapangan: Varian 4 Baris: Memiliki desain yang ringan dan fleksibel, sangat ideal untuk lahan dengan kontur sempit. Varian 6 Baris: Dirancang untuk meningkatkan kapasitas kerja di lahan luas secara signifikan.”Melalui mekanisasi ini, petani dapat menghemat tenaga kerja dan menekan biaya produksi hingga 60 persen dibandingkan metode konvensional,” jelas Ardiya saat ditemui di pusat pelatihannya, Jumat (19/12/2025).

Keberhasilan Ponco Tani menarik perhatian nasional bukan tanpa alasan. Berkat pemasaran kreatif melalui akun TikTok @poncotani, mesin ini telah terjual lebih dari 400 unit ke berbagai wilayah di tanah air. Tidak hanya viral di media sosial, kualitas mesin ini diakui secara global. Pada Juli 2025, Ponco Tani menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia dalam ajang INAGRITECH di Kemayoran, Jakarta. Produk lokal ini bersanding sejajar dengan inovasi dari 25 negara lainnya, membuktikan bahwa teknologi dari desa mampu bersaing secara internasional.

Selain memproduksi mesin, Ardiya juga mengelola Sekolah Lapang Pertanian Padi seluas 1,5 hektare. Program ini bertujuan mengedukasi generasi muda dan petani lokal mengenai manajemen pertanian modern dari hulu hingga hilir.

Meskipun telah memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan pangan, Ardiya berharap ke depannya terdapat dukungan yang lebih konkret dari pemerintah pusat maupun daerah, melampaui sekadar kunjungan lapangan.”Kami ingin membuktikan bahwa inovasi lokal mampu menjadi solusi nyata bagi masa depan pertanian Indonesia,” tutupnya penuh optimisme.( Joko Longkeyang ).

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *