Example floating
Example floating
Example 728x250
Headline News

Hidupkan Tradisi, Desa Penggarit Gelar Festival Serabi Likuran 2026

369
×

Hidupkan Tradisi, Desa Penggarit Gelar Festival Serabi Likuran 2026

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Harianpemalang.id, Pemalang – Memasuki fase akhir bulan suci Ramadan, Desa Penggarit, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, kembali menghidupkan kearifan lokal melalui gelaran “Serabi Likuran”. Agenda budaya yang sarat akan makna filosofis ini dijadwalkan berlangsung pada Senin (16/03/2026) di sepanjang Jalan Sudibyo, kawasan pusat desa setempat.

​Kepala Desa Penggarit, Imam Wibowo, menjelaskan bahwa Serabi Likuran merupakan bentuk nyata pelestarian budaya yang dilaksanakan khusus pada sepuluh hari terakhir Ramadan. Tradisi ini mengajak warga berkumpul untuk menyalakan tungku dan memasak serabi tradisional, atau yang dikenal sebagai cukit, dengan siraman kuah kince yang autentik.”Kegiatan ini bukan sekadar festival kuliner, melainkan perwujudan kearifan lokal kami. Kini kami kemas secara terpusat agar nuansa kebersamaan ini bisa dirasakan oleh warga, para perantau, hingga pengunjung dari luar daerah,” ujar Imam melalui wawancara daring, Minggu (15/03/2026).

Advertisement
Example 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

​Jejak Sejarah dan Media Silaturahmi

​Secara historis, tradisi ini berakar dari kebiasaan nenek moyang warga Penggarit yang membuat serabi di dapur masing-masing setiap malam ganjil Ramadan. Dahulu, nampan berisi serabi menjadi media komunikasi sosial untuk saling menyapa dan mempererat persaudaraan antartetangga.

​Selain nilai sosial, tradisi ini memiliki dimensi religi yang kuat. Jejak syiar Islam yang ditinggalkan tokoh besar seperti Pangeran Benowo dan Syeh Jamur Apu di Desa Penggarit mengajarkan nilai berbagi, terutama saat menyambut turunnya malam Lailatul Qadar.”Langkah revitalisasi ini penting karena pesatnya teknologi mulai menggerus tradisi saling antar serabi dari rumah ke rumah. Kami transformasikan menjadi festival kebudayaan agar ruhnya tetap hidup bagi generasi mendatang,” tambahnya.

​Mendorong Ekonomi dan Regenerasi

​Pelaksanaan Serabi Likuran tahun ini mengusung tiga tujuan utama:

1. ​Identitas Budaya: Mengukuhkan Penggarit sebagai Desa Percontohan Pemajuan Kebudayaan.

​2. Ruang Silaturahmi: Menjadi ajang temu warga dan perantau tanpa sekat.

​3. Ekonomi Kerakyatan: Memberdayakan UMKM lokal dan pembuat serabi tradisional untuk meningkatkan pendapatan.

​Imam Wibowo berharap generasi muda, khususnya Karang Taruna, tidak canggung untuk terus merawat tradisi ini. Ke depannya, ia menargetkan Serabi Likuran menjadi ikon wisata budaya yang terintegrasi dengan kemajuan Benowo Park.”Kami ingin melihat anak cucu kami tetap meniup api di atas tungku serabi ini, menjaga identitas desa agar tidak punah ditelan zaman,” pungkasnya.( Joko Longkeyang).

 

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *