Harianpemalang.id, Pemalang – Upaya penguatan ketahanan pangan di Kabupaten Pemalang kini menghadapi ganjalan serius. Pasca-terjangan banjir yang merata di wilayah tersebut, kondisi Jalan Usaha Tani (JUT) dilaporkan mengalami kerusakan masif. Hal ini memicu kekhawatiran akan terjadinya pembengkakan biaya logistik bagi para petani saat memasuki masa panen nanti.
Anggota DPRD Kabupaten Pemalang dari Fraksi PKB, Slamet Ramuji, menegaskan bahwa pembenahan infrastruktur pertanian tidak bisa ditunda lagi. Menurut legislator asal Dapil 4 Kecamatan (Bodeh, Comal, Ulujami) tersebut, kerusakan akses jalan menjadi ancaman nyata bagi kesejahteraan masyarakat bawah, khususnya mereka yang bergerak di sektor tanaman pangan dan hortikultura.”Ketahanan pangan merupakan program andalan pemerintah saat ini. Namun, banjir yang meluas di Pemalang telah memukul telak sektor pertanian. Kondisi terkini menunjukkan jalan usaha tani rusak parah,” ungkap Slamet saat dihubungi melalui pesan singkat WhatsApp, Rabu (11/2/2026).
Ia menambahkan, pembenahan jalan tani harus menjadi prioritas sebelum masa panen raya tiba. Kerusakan jalan yang dibiarkan akan memaksa petani mengeluarkan ongkos angkut yang lebih besar, sehingga menurunkan keuntungan yang seharusnya mereka terima.”Jika akses jalan tetap dibiarkan parah hingga musim panen, otomatis beban biaya panen menjadi lebih mahal. Ini yang harus kita cegah melalui perbaikan infrastruktur yang segera,” tegasnya kembali.
Pihaknya berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait segera turun ke lapangan untuk melakukan pemetaan dan langkah darurat pembenahan akses tani demi menjaga stabilitas ekonomi rakyat pascabencana.( Joko Longkeyang).











