Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaHeadline NewsPemerintahan

Jateng Gerak Cepat, Kelayakan Geologi Lahan Relokasi Tegal Diuji

297
×

Jateng Gerak Cepat, Kelayakan Geologi Lahan Relokasi Tegal Diuji

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Harianpemalang.id, Semarang – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tidak ingin gegabah dalam memindahkan ribuan warga terdampak tanah gerak di Desa Padasari, Kabupaten Tegal. Sebagai tindak lanjut instruksi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Gubernur Ahmad Luthfi, tim ahli kini tengah diterjunkan untuk menyisir aspek keamanan geologi di empat lokasi calon hunian baru.

​Langkah ini diambil guna memastikan lahan relokasi benar-benar stabil secara struktur tanah sebelum pembangunan hunian sementara (huntara) dilakukan.

Advertisement
Example 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

​Empat Lokasi Masuk Radar

​Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Tengah, Agus Sugiharto, mengungkapkan bahwa asesmen teknis mencakup tiga desa di Kecamatan Jatinegara, yakni Padasari, Lebakwangi, dan Capar, serta satu area milik Perhutani. Luasan lahan yang dikaji mencapai total belasan hektare.

​”Keamanan warga adalah prioritas utama. Kajian geologi ini kami targetkan rampung dalam tiga hari ke depan. Kami harus memastikan stabilitas tanah di sana layak untuk menampung hunian jangka panjang,” jelas Agus di Semarang, Senin (9/2).

​Simultan: Logistik dan Persiapan Lahan

​Sembari menunggu rekomendasi teknis ESDM, BPBD Jawa Tengah bersama Dinas Pekerjaan Umum (DPU) mulai menyiagakan alat berat untuk proses land clearing. Kepala Pelaksana Harian BPBD Jateng, Bergas C. Penanggungan, menyebut penanganan 2.000 lebih pengungsi di Tegal tetap berjalan intensif melalui penyediaan empat dapur umum.​”Kerja kami simultan. Begitu hasil kajian geologi keluar dan lahan dinyatakan aman, perataan lahan langsung tancap gas. Kami ingin warga segera mendapatkan tempat tinggal yang layak dan aman,” tegas Bergas.

​Banjir Pekalongan Jadi Fokus

​Selain krisis tanah gerak, Pemprov Jateng juga memperkuat benteng pertahanan di wilayah Pekalongan. Tercatat sebanyak 52 unit pompa dikerahkan secara masif untuk menyurutkan genangan di Kota dan Kabupaten Pekalongan.

​Dukungan finansial senilai total Rp460,62 juta dalam bentuk logistik, obat-obatan, dan paket sembako juga telah digelontorkan untuk membantu ribuan penyintas banjir di wilayah tersebut agar kebutuhan dasarnya tetap terpenuhi di pengungsian. **( Joko Longkeyang)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *