Harianpemalang.id, Semarang- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) secara resmi memulai masa panen raya padi serentak periode Januari-Maret 2026 di 35 kabupaten/kota. Mengusung target produksi sebesar 3,35 juta ton gabah kering giling (GKG), momentum ini menjadi pilar utama penguatan swasembada pangan nasional.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memimpin langsung jalannya panen raya yang dipusatkan di Desa Jambu, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, pada Jumat (20/2/2026). Berdasarkan data Kerangka Sampel Area (KSA) BPS, potensi produksi pada kuartal pertama tahun ini mengalami kenaikan signifikan sebesar 14 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Ahmad Luthfi menegaskan bahwa fokus pembangunan pertanian Jawa Tengah tahun ini adalah meningkatkan kontribusi pangan terhadap kebutuhan nasional. Jika pada tahun 2025 Jateng menyumbang 15 persen stok pangan nasional, maka pada tahun 2026 target produksi tahunan ditingkatkan menjadi 10,55 juta ton GKG.”Tahun 2026 harus lebih meningkat. Kami telah menginstruksikan dinas terkait untuk memperkuat konektivitas dengan para kepala daerah guna mempertahankan lahan pertanian serta mempercepat mekanisasi,” ujar Ahmad Luthfi di sela-sela kegiatan panen, didampingi Bupati Semarang Ngesti Nugraha dan Kepala Perum Bulog Jateng, Sri Muniati.
Dalam kesempatan ini, Pemprov Jateng memperkenalkan terobosan mekanisasi terintegrasi yang dijuluki “Sistem Sepur”. Metode ini memungkinkan proses memanen, mengolah tanah, hingga menanam kembali dilakukan secara berurutan dalam satu waktu layaknya rangkaian kereta api.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, menjelaskan bahwa teknologi ini menggunakan kombinasi combine harvester, mesin pengolah tanah, penyemprotan dekomposer via drone, hingga rice transplanter.”Inovasi ini mampu menghemat waktu pengerjaan hingga 90 persen. Lahan seluas dua hektare yang biasanya memakan waktu 10 hari secara manual, kini dapat diselesaikan hanya dalam satu hari,” jelas Defransisco.
Hasil uji ubinan di lokasi menunjukkan produktivitas yang menjanjikan, yakni mencapai 9,6 ton per hektare pada kondisi optimal. Melalui penguatan irigasi yang melibatkan kerja sama dengan Kodam IV/Diponegoro, Pemprov Jateng optimistis swasembada pangan tahun ini akan tercapai sesuai target.**











