Harianpemalang.id, Pemalang – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) memastikan seluruh infrastruktur kesehatan telah siap seratus persen untuk melayani jutaan pemudik pada musim Lebaran 2026. Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), saat meninjau langsung kesiapan layanan medis di Terminal Sukoharjo, Kamis (12/3/2026).
Mewakili Gubernur Ahmad Luthfi, sosok yang akrab disapa Gus Yasin ini meminta para kru bus dan masyarakat untuk memprioritaskan kondisi fisik yang prima sebelum melakukan perjalanan jauh.
Ribuan Fasilitas Medis Siaga Penuh
Untuk mengantisipasi lonjakan pemudik, Pemprov Jateng telah menyiagakan ribuan titik layanan kesehatan. Rinciannya meliputi 369 rumah sakit, 883 puskesmas, 430 klinik utama, 2.067 klinik pratama, serta sejumlah Balai Kesehatan Masyarakat (Balkesmas) yang tersebar di seluruh wilayah Jawa Tengah.”Kesehatan adalah kunci keselamatan. Perjalanan panjang sangat menguras energi, sehingga pemeriksaan fisik secara rutin menjadi sangat penting agar tidak terjadi insiden yang merugikan di perjalanan,” ujar Gus Yasin.
Ia menambahkan bahwa pengecekan kesehatan bagi sopir bus dilakukan secara masif di berbagai terminal guna memastikan setiap armada dikemudikan oleh personel yang sehat dan kompeten.
Apresiasi dari Pengemudi Bus
Program pemeriksaan kesehatan gratis ini disambut antusias oleh para pekerja transportasi. Via, salah satu pengemudi bus dari PO Gunung Mulia, mengaku sangat terbantu dengan adanya layanan cek tensi dan gula darah di lokasi terminal.”Hasil tensi saya normal, namun ada catatan untuk menurunkan kadar gula darah. Ini sangat membantu kami agar lebih waspada terhadap kondisi tubuh saat membawa banyak penumpang,” ungkapnya.
Menyambut 17,7 Juta Pemudik
Di sisi lain, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memprediksi sekitar 17,7 juta orang akan memasuki wilayah Jawa Tengah pada tahun ini. Mengingat Jateng merupakan pusat pergerakan mudik nasional, kolaborasi dengan berbagai instansi seperti kepolisian, BUMN, hingga penyedia energi (PLN dan Pertamina) terus diperkuat.”Jawa Tengah adalah sentral mudik nasional. Kami telah menginstruksikan seluruh jajaran untuk menjadi tuan rumah yang baik. Masyarakat tidak perlu panik, semua kebutuhan fasilitas umum sudah disiapkan matang,” tegas Luthfi dalam keterangan terpisah.
Selain aspek kesehatan, pemerintah juga mengimbau para pemudik untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi. Curah hujan yang diprediksi masih tinggi di wilayah Jawa Tengah menuntut kewaspadaan ekstra terhadap kondisi kendaraan dan keselamatan berkendara.**( Joko Longkeyang).











