Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaHeadline NewsPemerintahan

Jateng Siap Pasok 500 Ribu Tenaga Ahli ke Dunia, Bukan Lagi Pekerja Kasar!

292
×

Jateng Siap Pasok 500 Ribu Tenaga Ahli ke Dunia, Bukan Lagi Pekerja Kasar!

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Harianpemalang.id, Semarang – Paradigma pengiriman tenaga kerja asal Jawa Tengah ke luar negeri kini resmi bergeser. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kini tancap gas mengubah citra Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari sekadar tenaga lapangan menjadi tenaga ahli profesional yang siap menaklukkan pasar global.

​Komitmen besar tersebut ditegaskan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, saat menerima kunjungan Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Dzulfikar Ahmad Tawalla, di Kantor Gubernur pada Kamis (5/3/2026). Kerja sama ini menjadi langkah konkret dalam menjalankan instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk menempatkan 500 ribu PMI di sektor-sektor profesional mancanegara.

Advertisement
Example 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

​Gubernur Ahmad Luthfi menekankan bahwa setiap pekerja migran adalah “Duta Investasi” bangsa. Maka dari itu, kualitas kompetensi dan aspek perlindungan hukum menjadi prioritas utama. Data menunjukkan lonjakan signifikan PMI asal Jateng, yang mencatatkan puncaknya pada 2024 dengan 66.610 orang.”Kita ingin mereka menjadi tenaga ahli yang kompeten dan berkelas, bukan korban prosedur ilegal. Jika ekosistem pemberangkatannya sudah kuat sejak di hulu, perlindungan mereka di negara tujuan pun akan jauh lebih terjamin,” ujar Luthfi dengan lugas.

​Kesiapan Jawa Tengah bukan tanpa alasan. Provinsi ini memiliki infrastruktur pendidikan vokasi yang masif, mulai dari Balai Latihan Kerja (BLK), sekolah vokasi, SMK, hingga politeknik. Secara keseluruhan, daya tampung fasilitas penyiapan tenaga kerja di Jateng mencapai angka fantastis, yakni 1,2 juta orang.

​Wamen P2MI, Dzulfikar Ahmad Tawalla, mengaku takjub dengan potensi sarana prasarana di Jawa Tengah. Ia menilai ketersediaan ini merupakan kabar baik bagi percepatan penempatan tenaga kerja profesional.​”Arahan Presiden sangat jelas, kita ingin mengoptimalkan 500 ribu PMI sektor profesional. Dengan kapasitas vokasi di Jateng yang tembus satu juta lebih, ini modal luar biasa bagi Indonesia,” pungkas Dzulfikar.**( Joko Longkeyang).

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *