Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaHeadline NewsPemerintahPemerintahan

Jejak Ikhlas 18 Warga Kebandaran: Wakafkan Tanah demi Jalan Pendidikan

25
×

Jejak Ikhlas 18 Warga Kebandaran: Wakafkan Tanah demi Jalan Pendidikan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Harianpemalang.id, Pemalang – Nilai-nilai luhur gotong royong dan kepedulian terhadap dunia pendidikan terpancar nyata dari masyarakat Desa Kebandaran, Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang. Sebanyak 18 warga secara sukarela menyerahkan lahan milik mereka untuk pembukaan jalan baru yang diproyeksikan menjadi urat nadi pendidikan bagi generasi mendatang.


Sebagai bentuk rasa syukur, sebuah acara selamatan sederhana digelar di lokasi pembangunan pada Kamis (22/1/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa Kebandaran, jajaran perangkat desa, tokoh masyarakat, serta jajaran Polsek Bodeh yang turut memberikan dukungan moral atas inisiatif warga tersebut.

Advertisement
Example 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

Kepala Desa Kebandaran, Sumarto, yang akrab disapa Cumul, menjelaskan bahwa jalan sepanjang 200 meter dengan lebar 4 meter tersebut akan terhubung langsung dengan Jembatan Presisi. Jembatan tersebut merupakan proyek strategis hasil kolaborasi antara Polres Pemalang dan Pemerintah Kabupaten Pemalang.”Ini bukan sekadar jalan biasa, melainkan jalan pendidikan. Keberadaannya akan memangkas jarak dan waktu tempuh anak-anak kita menuju sekolah melalui Jembatan Presisi,” ujar Sumarto di sela-sela acara.

Ia mengapresiasi keikhlasan 18 warga yang tanpa pamrih mewakafkan tanahnya. Menurutnya, kesadaran kolektif seperti inilah yang menjadi kunci percepatan pembangunan di tingkat desa.

Tidak hanya soal hibah lahan, pengerjaan pembukaan akses jalan ini juga mengedepankan prinsip pemberdayaan masyarakat. Warga setempat bahu-membahu terjun ke lapangan, didampingi secara intensif oleh unsur Pemerintah Kecamatan Bodeh, Polsek Bodeh, dan Koramil Bodeh.

Kehadiran aparat TNI dan Polri di tengah-tengah warga tidak hanya memberikan bantuan tenaga, tetapi juga memperkuat sinergi antara masyarakat dan instansi keamanan dalam mengawal pembangunan infrastruktur desa.”Kami bergerak bersama. Ada keterlibatan aktif dari warga, Polsek, Koramil, hingga pihak kecamatan. Inilah bukti nyata bahwa kemajuan desa adalah tanggung jawab kita bersama,” tegas Sumarto.

Dengan dibukanya akses ini, warga berharap isolasi geografis di beberapa titik dapat teratasi, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui infrastruktur yang memadai dan aman bagi para pelajar.( Joko Longkeyang)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *