Harianpemalang.id, Grobogan – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mengakselerasi program kesejahteraan masyarakat di tengah suasana Ramadan. Melalui penggabungan Gerakan Pangan Murah (GPM) dengan layanan kesehatan Spesialis Keliling (Speling), pemerintah berupaya meringankan beban ekonomi sekaligus menjaga kesehatan warga menjelang Idulfitri 2026.
Kegiatan yang berpusat di Desa Mayahan, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan, pada Senin (2/3/2026) ini melibatkan kucuran subsidi pangan yang cukup fantastis, yakni mencapai Rp111 juta.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, hadir langsung untuk memastikan setiap bantuan tersalurkan tepat sasaran. Menurutnya, integrasi berbagai layanan di satu titik merupakan strategi agar masyarakat lebih mudah mendapatkan manfaat.”Kami menyatukan program Speling dengan pasar murah dan bantuan sosial. Tujuannya sederhana: kami ingin memberikan layanan yang praktis, mudah, dan murah bagi seluruh lapisan masyarakat,” tutur Ahmad Luthfi di sela penyerahan bantuan cadangan pangan.
Skema GPM ini dirancang untuk memotong rantai distribusi yang panjang. Kepala Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pasokan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Jateng, Sri Broto Rini, menjelaskan bahwa pemerintah memfasilitasi biaya transportasi hingga pengemasan agar komoditas bisa dijual dengan harga di tingkat produsen.
Di Grobogan, warga dapat menebus berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang jauh di bawah rata-rata pasar, antara lain:Beras SPHP dan Premium: Total 4 ton. Minyak Goreng: 1.000 liter. Komoditas Lain: Gula pasir, telur, hingga aneka cabai dan bawang.”Masyarakat bebas membeli sesuai kebutuhan pokok mereka. Kami libatkan juga BUMDes dan UMKM agar ekonomi lokal tetap bergerak,” tambah Rini. Secara keseluruhan, Pemprov Jateng menargetkan 308 kali pelaksanaan GPM selama periode Februari hingga Maret 2026.
Tak hanya urusan perut, urusan kesehatan juga menjadi prioritas. Hingga akhir Februari 2026, layanan dokter spesialis melalui program Speling telah menjangkau lebih dari 93 ribu jiwa di 35 kabupaten/kota. Selain itu, cakupan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Jawa Tengah telah mencapai angka 95,77 persen dari total pendaftar.
Melalui strategi “tancap gas” ini, Pemprov Jateng optimistis stabilitas harga pangan dapat terjaga sekaligus memastikan kondisi fisik warga tetap prima menyambut hari kemenangan.**( Joko Longkeyang)?











