Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaHeadline NewsPemerintahan

Kala Parikan Mbah Mudin Bikin Gubernur Ahmad Luthfi Tertawa Lepas

376
×

Kala Parikan Mbah Mudin Bikin Gubernur Ahmad Luthfi Tertawa Lepas

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Harianpemalang.id, ​SEMARANG – Agenda kunjungan kerja Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, di Desa Tawang, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, pada Selasa (24/2/2026), berlangsung penuh warna. Suasana formal peninjauan program bantuan rumah seketika mencair saat seorang warga lanjut usia melontarkan parikan (pantun Jawa) spontan yang mengundang gelak tawa.

​Kehadiran Ahmad Luthfi di lokasi tersebut sebenarnya bertujuan untuk mengecek langsung realisasi bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Meski langit mendung menggelayut, warga setempat tetap antusias berjejer menanti kehadiran orang nomor satu di Jawa Tengah itu demi sekadar berjabat tangan.

Advertisement
Example 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

​Momen menarik terjadi ketika Gubernur hendak berpamitan kepada warga. Mudin Kasdi, atau yang akrab disapa Mbah Mudin, mendekat dengan raut wajah malu-malu. Melihat hal itu, Gubernur justru menyambutnya dengan hangat dan menggandeng tangan sang kakek.

​Di hadapan warga lainnya, Mbah Mudin tiba-tiba bersuara lantang melantunkan parikan:​”Wes suwe ora jamu, jamu pisan nang Cianjur. Wes suwe ora ketemu, ketemu pisan karo Pak Gubernur.”

​Rima sederhana nan jenaka itu langsung disambut tawa riuh dan tepuk tangan warga. Gubernur Luthfi pun tampak tertawa lebar sembari merangkul pundak Mbah Mudin dengan penuh keakraban.

​Aksi Mbah Mudin tidak berhenti di situ. Ia melanjutkan bait kedua parikannya yang bermakna mendalam tentang harapan rakyat terhadap seorang pemimpin.​”Repote dadi gubernur, tumindake kudu seng jujur, masyarakat gen melu makmur,” ucap Mbah Mudin kembali.

​Bait tersebut mengandung pesan moral sekaligus doa agar pemimpin selalu bertindak jujur demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Menanggapi pesan tersebut, Ahmad Luthfi tampak terharu dan kembali merangkul erat tubuh Mbah Mudin sebagai bentuk apresiasi.​”Matur nuwun (terima kasih), nggih. Doanya sangat luar biasa. Sehat-sehat semuanya,” tutur Luthfi dengan ramah.

​Interaksi hangat ini menunjukkan sisi humanis dalam kepemimpinan di Jawa Tengah. Meskipun waktu kunjungan tergolong singkat, rona bahagia terlihat jelas di wajah warga Desa Tawang. Sebelum beranjak ke agenda berikutnya, Ahmad Luthfi dengan sabar melayani permintaan warga yang ingin bersalaman dan berswafoto bersama.**( Joko Longkeyang).

 

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *