Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaHeadline NewsPemerintahan

Perkuat Irigasi, Dua Embung Karangjati Blora Resmi Beroperasi

3
×

Perkuat Irigasi, Dua Embung Karangjati Blora Resmi Beroperasi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Harianpemalang.id, Blora – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berupaya memperkuat infrastruktur pengairan demi mencapai target produksi padi nasional sebesar 9,5 hingga 10,5 juta ton pada tahun 2026. Salah satu langkah strategis yang baru saja direalisasikan adalah peresmian dua embung di kawasan Karangjati, Kabupaten Blora.

​Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meresmikan langsung Embung Karangjati yang berlokasi di Dukuh Nglawiyan tersebut pada Senin (2/2/2026). Infrastruktur ini diharapkan menjadi solusi bagi para petani dalam menghadapi kendala ketersediaan air irigasi yang selama ini menghambat masa tanam.

Advertisement
Example 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

​Pembangunan yang menelan anggaran sebesar Rp8,5 miliar ini terdiri atas Embung Utara dan Embung Selatan dengan total kapasitas tampung mencapai hampir 68 ribu meter kubik. Fasilitas pengairan ini diproyeksikan mampu menyuplai kebutuhan air untuk 40 hektare sawah di sekitarnya.​”Kehadiran embung ini memungkinkan petani melakukan masa tanam hingga tiga kali dalam setahun. Selain menunjang produktivitas lahan, kawasan ini juga dirancang untuk menghidupkan sektor UMKM di sekitar lokasi,” ujar Ahmad Luthfi. Ia menambahkan bahwa proyek ini merupakan bagian dari peta jalan (roadmap) yang akan diterapkan di daerah lain di Jawa Tengah.

​Bupati Blora, Arief Rohman, memberikan apresiasi atas langkah cepat Pemprov Jateng. Menurutnya, pembangunan embung ini sudah sangat dinantikan oleh kelompok tani sejak tahun 2017. Keberadaan infrastruktur ini kian memperkokoh komitmen Blora dalam mendukung ketahanan pangan tahun 2026.

​Karyono, perwakilan dari Kelompok Tani Sidodadi, mengakui bahwa sebelumnya para petani di Karangjati hanya mengandalkan air hujan. Pola tanam tersebut sangat berisiko dan sering menyebabkan kegagalan jika dipaksakan menanam lebih dari satu kali dalam setahun.​”Dengan adanya embung ini, kami sangat optimistis bisa meningkatkan frekuensi tanam menjadi tiga kali setahun, baik untuk padi maupun tanaman hortikultura,” ungkap Karyono dengan penuh syukur.

​Melalui penambahan sarana air baku ini, Pemprov Jawa Tengah berharap produktivitas sektor agraris terus meningkat, sekaligus memperkuat kedaulatan pangan nasional dari tingkat daerah.**( Joko Longkeyang).

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *