Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaHeadline NewsPemerintahan

Pilu Wajah Kholipah Tumbuh Akar, Derita Sejak Lahir

9207
×

Pilu Wajah Kholipah Tumbuh Akar, Derita Sejak Lahir

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Harianpemalang.id, Pemalang – Kholipah, seorang warga Desa Pegundan, RT 004/003, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, hidup dalam bayang-bayang penyakit langka yang menyebabkan pertumbuhan akar di wajahnya, menciptakan penampilan yang memilukan. Kondisi ini telah ia derita sejak lahir, membawa duka mendalam bagi dirinya dan keluarganya.

Kepala Desa Pegundan, Sutrisno, melalui pesan WhatsApp, menjelaskan bahwa kondisi Kholipah memang telah ada sejak ia lahir. “Kholipah mengalami sakit dari lahir tumbuh akar di badan,” terang Sutrisno. Pemerintah desa tidak tinggal diam. Berbagai upaya telah dilakukan untuk membantu pengobatan Kholipah, termasuk memfasilitasi operasi di Rumah Sakit Kariadi Semarang selama dua tahun, yakni pada 2016 hingga 2017.

Advertisement
Example 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

Dukungan juga datang dari para dermawan. Sutrisno menambahkan, “Dibantu donatur Jakarta yang siap mengobati sampai sembuh.” Hal ini menunjukkan besarnya perhatian dan harapan banyak pihak agar Kholipah bisa pulih dan hidup normal.

Namun, di tengah upaya dan harapan tersebut, perjalanan pengobatan Kholipah menghadapi kendala besar. Seiring berjalannya waktu, Kholipah sendiri memutuskan untuk tidak lagi melanjutkan pengobatan di Semarang. Keputusan ini tentu menjadi tantangan bagi pemerintah desa dan para donatur yang telah berjuang keras untuk kesembuhannya.

Kisah Kholipah ini menyoroti kompleksitas dalam penanganan kasus penyakit langka, di mana tidak hanya faktor medis, tetapi juga kesediaan pasien untuk menjalani perawatan berkelanjutan, menjadi kunci utama. Semoga ada solusi terbaik bagi Kholipah dan keluarga agar ia bisa mendapatkan kembali kualitas hidup yang lebih baik.**( Joko Longkeyang).

 

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *