Harianpemalang.id, Pemalang – Kabut duka masih menggelayuti cakrawala di kaki Gunung Slamet pascabencana alam yang menerjang pemukiman warga beberapa hari lalu. Di tengah riuh rendah upaya pemulihan yang dipantau langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, Sabtu (30/1/2026), hadir secercah empati dari para pejuang kemanusiaan yang tergabung dalam Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Pemalang.
Bertempat di Dusun Sawangan, Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, Ketua PPNI Kabupaten Pemalang periode 2022-2027, Tarno, turun langsung ke jantung lokasi bencana. Kehadirannya bersama jajaran pengurus bukan sekadar kunjungan formalitas, melainkan sebuah misi untuk memastikan aspek kesehatan mental dan kebutuhan dasar warga tetap terjaga di tengah keterbatasan.”Kami keluarga besar perawat di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, merasakan kepedihan yang sangat dalam atas musibah ini. Fokus kami tidak hanya pada bantuan fisik, tetapi juga mendorong agar saudara-saudara kita segera bangkit dan kuat kembali, baik secara fisik maupun psikologis,” ujar Tarno dengan nada penuh simpati di sela peninjauan lapangan.
Sebagai organisasi yang lekat dengan pelayanan publik, PPNI memahami betul bahwa kebutuhan kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak sering kali menjadi yang paling mendesak. Dalam kesempatan tersebut, Tarno menyerahkan secara simbolis bantuan berupa paket sembako serta perlengkapan harian yang esensial.
Bantuan ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan lintas generasi. Bagi orang tua, disediakan bahan pokok, sementara bagi anak-anak di pengungsian, bantuan meliputi perlengkapan sanitasi dan kebutuhan pendukung keceriaan mereka guna meminimalisir dampak trauma (post-traumatic stress).
Aksi solidaritas ini menjadi bagian dari gelombang kepedulian masyarakat Kabupaten Pemalang yang terus mengalir ke wilayah selatan. Tarno menekankan bahwa kehadiran PPNI adalah bentuk dukungan nyata bagi pemerintah daerah dalam mempercepat rehabilitasi kehidupan masyarakat.
Harapan besar digantungkan agar warga Dusun Sawangan, Desa Penakir dan dusun lainnya tidak larut dalam kesedihan. Melalui dukungan moril yang berkelanjutan, diharapkan masyarakat Desa Penakir dapat segera menata kembali puing-puing kehidupan mereka dan berdiri lebih kokoh menghadapi masa depan. ( Joko Longkeyang )











