Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaHeadline NewsPemerintahan

Ribuan Hektare Sawah di Grobogan Terendam, Pemprov Jateng Kawal Klaim Asuransi Gagal Panen

360
×

Ribuan Hektare Sawah di Grobogan Terendam, Pemprov Jateng Kawal Klaim Asuransi Gagal Panen

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Harianpemalang.id, Grobogan – Banjir akibat cuaca ekstrem merendam sedikitnya 1.842 hektare sawah di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Senin, 16 Februari 2026. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bergerak cepat dengan menyiapkan pendampingan bagi petani untuk mengajukan klaim Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP), apabila lahan yang terdampak dinyatakan gagal panen (puso).

Data sementara Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Jawa Tengah mencatat ribuan hektare lahan pertanian terendam dan masih dalam proses verifikasi lapangan. Pemerintah memastikan langkah identifikasi dilakukan secara menyeluruh sebelum klaim asuransi diproses.

Advertisement
Example 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

Kepala Distanak Jateng, Defransisco Dasilva Tavares, mengatakan petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) akan melakukan pengecekan untuk memastikan tingkat kerusakan tanaman.“Petugas POPT nanti mengecek di lapangan apakah ini benar-benar puso atau tidak. Karena dalam kondisi terendam, deteksi kerusakan cukup sulit dilakukan,” ujarnya usai mendampingi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau lokasi banjir di Grobogan, Selasa (17/2/2026).

Apabila hasil verifikasi menyatakan terjadi gagal panen, laporan akan diteruskan kepada PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) sebagai penanggung jawab program AUTP.

Menurut Fransisco, mekanisme klaim mensyaratkan pelaporan maksimal satu pekan sejak kejadian. Karena itu, petani diminta segera mendokumentasikan kondisi lahan dan melaporkan melalui pesan singkat atau aplikasi perpesanan sebelum dilakukan pengecekan lapangan.“Minimal saat kejadian sudah difoto dan dilaporkan dulu. Setelah itu petugas turun memastikan kebenarannya,” katanya.

Ia mengakui belum seluruh petani terdaftar sebagai peserta AUTP. Pemprov Jateng terus mendorong pendaftaran, terutama di wilayah rawan bencana, agar risiko kerugian akibat gagal panen dapat diminimalkan.“Kita dorong petani di daerah yang berpotensi terdampak bencana untuk mendaftarkan lahannya. Kalau tidak terdaftar, tentu tidak terkover asuransi,” ujarnya.

Pendampingan klaim asuransi ini dinilai krusial untuk menjaga keberlangsungan usaha tani di tengah ancaman cuaca ekstrem. Selain melindungi pendapatan petani, langkah tersebut juga menjadi bagian dari strategi menjaga stabilitas produksi beras nasional.

Di tengah potensi bencana hidrometeorologi, Pemprov Jateng tetap optimistis target swasembada pangan 2026 dapat tercapai. Tahun lalu, Jawa Tengah sempat mencatat luas puso mencapai 35 ribu hektare. Namun kondisi itu tidak berdampak signifikan terhadap total produksi.

Secara nasional, Jawa Tengah menempati peringkat ketiga sebagai penyumbang produksi padi terbesar pada 2025, dengan total sekitar 9,3 juta ton gabah kering giling. Pemerintah daerah optimistis capaian tersebut dapat ditingkatkan pada tahun ini, seiring penguatan perlindungan usaha tani dan percepatan respons terhadap bencana. (*)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *