Example floating
Example floating
Example 728x250
Headline NewsPemerintahan

Rizal Bawazier Desak Proyek Giant Sea Wall Prioritaskan Titik Kritis di Pemalang dan Batang

3299
×

Rizal Bawazier Desak Proyek Giant Sea Wall Prioritaskan Titik Kritis di Pemalang dan Batang

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Harianpemalang.id, Batang – Proyek pembangunan tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall di sepanjang Pantai Utara (Pantura) Jawa kembali menjadi perbincangan hangat. Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Rizal Bawazier, meminta pemerintah agar tidak sembarang menentukan lokasi awal pembangunan, melainkan fokus pada wilayah dengan tingkat kerusakan lingkungan paling parah.

​Rizal, yang mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah X, secara spesifik menunjuk kawasan pesisir mulai dari Kecamatan Ulujami di Kabupaten Pemalang hingga bagian barat Kabupaten Batang sebagai titik yang harus didahulukan. Menurutnya, pemetaan prioritas ini sangat krusial mengingat ancaman abrasi dan banjir rob di wilayah tersebut sudah masuk kategori darurat.”Kawasan dari Ulujami sampai Batang Barat adalah titik yang paling merasakan dampak destruktif dari banjir rob. Secara teknis dan rasional, pemerintah harus menempatkan wilayah ini dalam skala prioritas utama di tengah rencana besar pembangunan tanggul Banten hingga Gresik,” ujar Anggota Komisi VI DPR RI tersebut, Minggu ( 05/04/2026 ).

Advertisement
Example 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

​Urgensi Penyelamatan Ekonomi dan Pemukiman

​Selain faktor keselamatan warga, Rizal menekankan bahwa koridor Pantura merupakan urat nadi ekonomi nasional. Kerusakan infrastruktur akibat kenaikan permukaan air laut dapat mengganggu stabilitas Produk Domestik Bruto (PDB) nasional yang bernilai sangat besar.

​Sejalan dengan pandangan tersebut, Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, sebelumnya telah memberi sinyal bahwa wilayah Pekalongan dan sekitarnya memang layak menjadi prioritas. Hal ini didasarkan pada fakta geografis di mana sebagian besar permukaan tanah di wilayah tersebut kini telah berada di bawah permukaan laut.

​Menanti Kepastian Anggaran

​Meski urgensinya sudah jelas, realisasi fisik megaproyek ini masih bergantung pada ketersediaan fiskal negara. Pemerintah saat ini tengah melakukan pengkajian mendalam serta efisiensi anggaran nasional agar proyek ini dapat berjalan efektif tanpa membebani keuangan negara secara berlebihan.

​”Kami berharap proyek ini tidak sekadar menjadi benteng teknis terhadap bencana, tetapi juga terintegrasi dengan pengembangan kawasan industri dan akses jalan tol. Tujuan akhirnya adalah keselamatan ribuan warga pesisir dan keberlangsungan ekonomi lokal,” tutup Rizal.

​Hingga kini, koordinasi lintas kementerian terus dilakukan untuk mematangkan desain Giant Sea Wall agar mampu menjadi solusi jangka panjang bagi krisis lingkungan di pesisir Utara Jawa.**(Joko Longkeyang).

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *