Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaHeadline NewsPemerintahan

Sambut Ramadan, Jateng Guyur 308 Titik dengan Pangan Murah!

371
×

Sambut Ramadan, Jateng Guyur 308 Titik dengan Pangan Murah!

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Harianpemalang.id, Semarang – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan dan Idulfitri 1447 H, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengambil langkah konkret untuk melindungi kantong masyarakat. Melalui inisiatif Gerakan Pangan Murah (GPM), sebanyak 308 gelaran pasar murah akan tersebar di seluruh penjuru kabupaten dan kota di wilayah Jawa Tengah hingga Maret 2026 mendatang.

​Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyatakan bahwa langkah ini merupakan strategi “tancap gas” untuk meredam fluktuasi harga bahan pokok yang mulai menunjukkan tren kenaikan di awal Februari.”Kami sudah siapkan jadwal yang ketat. Baik saat curah hujan tinggi maupun saat memasuki bulan suci nanti. Intinya, stabilitas harga adalah prioritas agar masyarakat bisa beribadah dengan tenang tanpa terbebani harga dapur yang melonjak,” ujar Ahmad Luthfi saat memantau stok pangan di halaman Kantor TVRI Jawa Tengah, Semarang, Jumat (13/2/2026).

Advertisement
Example 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

​Meski ketersediaan stok pangan strategis di Jawa Tengah dalam status aman atau surplus, beberapa komoditas mulai mengalami kenaikan yang perlu diwaspadai. Data terbaru menunjukkan harga cabai merangkak naik hingga 35,7 persen ke angka Rp77.800 per kilogram.

​Komoditas subsidi seperti Minyakita juga terpantau di harga Rp16.300 per liter, sedikit di atas harga eceran tertinggi (HET) Rp15.700. Sementara itu, daging kerbau beku kini menyentuh angka Rp110.000 per kilogram.”Kenaikan ini belum ekstrem, kecuali cabai yang hampir Rp80 ribu. Maka dari itu, JTAB (Jawa Tengah Agro Berdikari) sudah kami terjunkan untuk penetrasi harga langsung ke pasar-pasar,” tambahnya.

​Keberhasilan GPM ini didorong oleh kolaborasi 11 entitas besar, mulai dari Perum Bulog, RNI, kelompok tani, hingga UMKM lokal. Selain menjual pangan murah, Pemprov Jateng tidak memberi ruang bagi para spekulan. Satgas Pangan telah diperintahkan untuk melakukan pengawasan ketat dari hulu ke hilir.

​”Semua rantai distribusi, mulai dari petani hingga distributor dan konsumen, akan disisir. Jangan sampai ada yang bermain dengan pasokan,” tegas Luthfi.

​Manfaat pasar murah ini dirasakan langsung oleh masyarakat. Nuraini, seorang warga asal Pucang Gading, mengaku sangat terbantu. Pasalnya, selisih harga di GPM dengan pasar umum cukup jauh.”Kalau di pasar harga cabai sudah mau menyentuh Rp100 ribu, tapi di pasar murah ini saya dapat Rp65 ribu. Minyak goreng juga harganya sangat miring,” ungkap Nuraini.

​Dengan rangkaian 308 titik GPM ini, diharapkan momentum Ramadan dan Idulfitri 2026 dapat berjalan dengan aman, terkendali, dan yang paling penting, terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat Jawa Tengah.**( Joko Longkeyang).

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *