Harianpemalang.id, Pekalongan – Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), H. Rizal Bawazier, kembali menyapa konstituen di wilayah Pekalongan dalam rangka reses masa persidangan, Minggu (11/01/2026). Momentum ini dimanfaatkan secara intensif untuk membedah berbagai persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat di tingkat akar rumput.
Pertemuan yang berlangsung akrab tersebut dihadiri oleh elemen masyarakat yang variatif, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, aktivis pemuda, hingga para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Rizal menegaskan bahwa kehadirannya merupakan kewajiban konstitusional untuk memastikan suara pemilih di Daerah Pemilihan (Dapil) terdengar hingga ke pusat.”Masukan warga Pekalongan, baik urusan keagamaan maupun ekonomi, harus sampai ke telinga pemerintah pusat. Kami di PKS berkomitmen mengawal setiap aspirasi agar bertransformasi menjadi kebijakan yang pro-rakyat,” ujar Rizal di hadapan peserta diskusi.
Sebagai wilayah yang dikenal dengan industri kreatif dan batik, persoalan ekonomi kerakyatan menjadi bahasan dominan. Rizal menyoroti pentingnya pendampingan modal yang berkelanjutan bagi para perajin lokal. Menurutnya, inovasi melalui pelatihan digitalisasi dan perluasan akses pasar adalah kunci utama agar pengusaha batik Pekalongan dapat segera “naik kelas”.
Tak hanya sektor ekonomi, aspirasi dari kelompok pemuda juga mencuat. Para aktivis muda Pekalongan menyuarakan perlunya wadah kreativitas yang lebih representatif serta peningkatan keterampilan (skill) agar mampu bersaing di bursa kerja global maupun dunia kewirausahaan.
Diskusi semakin dinamis dengan masukan dari tokoh agama dan masyarakat mengenai pemeliharaan kerukunan antarwarga serta perbaikan infrastruktur di wilayah pelosok. Rizal berjanji akan melakukan koordinasi lintas komisi di DPR RI maupun komunikasi dengan instansi terkait di tingkat daerah untuk mencari solusi konkret.”Sinergi antara tokoh agama, masyarakat, dan pemuda adalah fondasi kemajuan daerah. Seluruh aspirasi yang telah kami catat hari ini akan kami klasifikasikan berdasarkan prioritas untuk diperjuangkan dalam rapat-rapat di tingkat pusat,” imbuh Anggota DPR RI Dapil 10 yang merakyat ini.
Kegiatan reses ditutup dengan sesi diskusi interaktif yang hangat, mempertegas kedekatan antara wakil rakyat dan konstituennya. Rizal Bawazier menegaskan bahwa catatan dari Pekalongan ini akan menjadi bahan evaluasi penting dalam menjalankan fungsi pengawasan dan anggaran di parlemen.( Joko Longkeyang)











