Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaHeadline NewsPemerintahan

Setahun Luthfi-Yasin: Strategi Kolaboratif Pacu Investasi dan Tekan Kemiskinan

384
×

Setahun Luthfi-Yasin: Strategi Kolaboratif Pacu Investasi dan Tekan Kemiskinan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Harianpemalang.id, SEMARANG – Menapaki usia satu tahun kepemimpinan pada 20 Februari 2026, duet Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen berhasil membawa Provinsi Jawa Tengah (Jateng) melewati berbagai ujian. Meski dihantam rentetan bencana hidrometeorologi, Pemprov Jateng sukses menjaga tren positif pertumbuhan ekonomi dan akselerasi investasi.


​Bencana seperti banjir bandang di Demak, tanah longsor di Banjarnegara, hingga tanah gerak di Tegal menjadi ujian nyata dalam setahun terakhir. Namun, penanganan yang cepat dan simultan—dari fase darurat hingga pemulihan—memastikan stabilitas wilayah tetap terjaga di tengah proses pembangunan.
​Gubernur Ahmad Luthfi mengungkapkan bahwa kunci ketahanan Jateng terletak pada konsep collaborative government. “Kami tidak bekerja sendiri. Sinergi dengan bupati, wali kota, akademisi, hingga sektor swasta menjadi fondasi utama untuk membangun Jawa Tengah secara utuh,” tutur Luthfi di Semarang, Jumat (20/2/2026).

Advertisement
Example 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

​Pertumbuhan Ekonomi di Atas Rata-Rata Nasional

Di bawah kendali Luthfi-Yasin, performa makroekonomi Jateng menunjukkan hasil yang impresif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Jawa Tengah pada triwulan IV 2025 tumbuh 5,37 persen (y-on-y). Capaian ini melampaui pertumbuhan nasional yang berada di angka 5,11 persen, menjadikan Jateng sebagai provinsi dengan pertumbuhan tertinggi kedua di Pulau Jawa.
​Pencapaian ini didorong oleh realisasi investasi yang menembus Rp88,50 triliun sepanjang 2025—angka tertinggi dalam satu dekade terakhir. Investasi tersebut mencakup 105.078 proyek yang berhasil menyerap lebih dari 418 ribu tenaga kerja lokal.

Kesejahteraan Masyarakat Menjadi Prioritas

Keberhasilan ekonomi ini diikuti dengan perbaikan indikator kesejahteraan. Angka kemiskinan berhasil ditekan dari 9,48 persen pada Maret 2025 menjadi 9,39 persen pada September 2025. Penurunan ini didorong oleh berbagai program inovatif, seperti: Speling (Dokter Spesialis Keliling): Memperluas jangkauan layanan medis spesialis ke pelosok. Sekolah Kemitraan: Program pendidikan gratis bagi warga kurang mampu. Rehabilitasi RTLH: Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni yang menyasar kelompok rentan.

Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen menegaskan bahwa anggaran daerah akan terus difokuskan pada program yang langsung menyentuh masyarakat bawah. “Kita harus masifkan lagi akses pendidikan dan ekonomi, termasuk bagi kelompok disabilitas, agar kemandirian ekonomi masyarakat semakin kuat,” ujar sosok yang akrab disapa Gus Yasin tersebut.
​Filosofi ‘Ngopeni’ untuk Masa Depan
​Kinerja kolaboratif ini pun mendapat apresiasi dari Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan, yang menyebut Jawa Tengah sebagai magnet utama investasi karena kepemimpinan yang inklusif.

​Walaupun telah mengantongi sekitar 40 penghargaan sepanjang 2025, Ahmad Luthfi menekankan bahwa apresiasi tersebut bukan tujuan akhir. Baginya, memimpin Jateng adalah proses ngopeni atau merawat secara berkelanjutan.
​”Masih ada tantangan yang harus kita selesaikan bersama. Kolaborasi tidak boleh berhenti, karena melayani rakyat adalah amanah yang tidak memiliki batas akhir,” tutup Luthfi.**( Joko Longkeyeng).

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *