Harianpemalang.id, Pemalang – Langkah konkret dalam memerangi kemiskinan melalui pemberdayaan sektor riil kembali ditunjukkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Tengah. Sebanyak 85 pelaku usaha kecil di Kabupaten Pemalang yang masuk dalam kategori mustahik produktif, menerima kucuran bantuan modal untuk memperkuat struktur ekonomi rumah tangga mereka.
Penyerahan stimulus modal senilai total Rp255 juta tersebut dilakukan secara simbolis oleh Wakil Bupati Pemalang, Nurkholes, bersama Ketua Baznas Jawa Tengah, Ahmad Darodji, di Hotel R-Gina Pemalang, Selasa (3/2/2026). Setiap pelaku usaha mendapatkan sokongan dana sebesar Rp3 juta yang diharapkan mampu menjadi mesin penggerak usaha yang lebih stabil.
Para penerima manfaat program ini merupakan penggerak ekonomi akar rumput yang bergerak di pelbagai lini. Mulai dari sektor boga (kuliner), toko kelontong, jasa perbengkelan, usaha konveksi, hingga jasa binatu (laundry). Tidak ketinggalan, kelompok peternak dan petani juga menjadi sasaran prioritas guna memperkuat ketahanan pangan lokal.
Wakil Bupati Nurkholes dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga zakat dan pemerintah daerah. Menurutnya, bantuan ini bukan sekadar santunan, melainkan investasi sosial untuk mencetak wirausahawan mandiri.”Pemerintah daerah memberikan dukungan penuh bagi eksistensi UMKM. Kami ingin pelaku usaha kita tidak hanya bertahan, tetapi mampu berkembang di tengah kompetisi pasar yang kian dinamis,” tegas Nurkholes.
Guna memastikan keberlanjutan usaha setelah menerima modal, Pemkab Pemalang telah menyiapkan skema pemasaran yang lebih luas. Program Car Free Day (CFD) yang selama ini menjadi primadona di pusat kota, rencananya akan direplikasi hingga ke seluruh kecamatan di Kabupaten Pemalang.”Kami mengajak masyarakat untuk menumbuhkan semangat bangga produk lokal. Dengan belanja di CFD, meskipun nominalnya kecil, itu adalah langkah nyata dalam membantu saudara-saudara kita para pelaku UMKM agar dagangan mereka habis terjual,” tambah Nurkholes.
Momentum penyerahan bantuan yang dibalut dengan tausiah dan doa bersama ini diharapkan menjadi titik balik bagi 85 pelaku usaha tersebut untuk bertransformasi menjadi muzaki di masa depan, sekaligus memperkokoh pondasi ekonomi Kabupaten Pemalang.**( Joko Longkeyang).











