Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaHeadline NewsPemerintahPemerintahan

Tegal Dilanda Tanah Gerak, Ahmad Luthfi Kucurkan Stimulan Rp210 Juta

3
×

Tegal Dilanda Tanah Gerak, Ahmad Luthfi Kucurkan Stimulan Rp210 Juta

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Harianpemalang.id, Tegal – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan respons cepat terhadap musibah tanah gerak yang melanda Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, turun langsung ke lokasi bencana guna memastikan percepatan penanganan serta menyalurkan bantuan dana sebesar Rp210 juta bagi para korban, Rabu (4/2/2026).

​Langkah taktis ini diambil setelah pergerakan tanah ekstrem merusak ratusan hunian warga dan melumpuhkan sejumlah fasilitas publik. Gubernur menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan BPBD menjadi kunci utama dalam memulihkan kondisi psikologis serta infrastruktur di wilayah terdampak.

Advertisement
Example 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

​Dalam tinjuannya di titik bencana, Gubernur Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa dana stimulan telah mulai didistribusikan untuk penanganan pascabencana.”Bantuan sebesar Rp210 juta sudah kita geser ke lokasi. Pihak Bupati Tegal pun telah melaporkan bahwa logistik dan bantuan dana tersebut sudah sampai untuk membantu warga,” jelas Ahmad Luthfi.

​Terkait keberlangsungan tempat tinggal warga, pemerintah kini tengah melakukan pemetaan zona kerawanan. Opsi pemindahan warga ke lokasi yang lebih aman (relokasi) sedang dipertimbangkan secara serius melalui koordinasi teknis bersama jajaran terkait.”Kita cek kondisi geografisnya terlebih dahulu. Setelah hasil rapat teknis keluar, barulah kita putuskan apakah akan dilakukan relokasi total atau cukup perbaikan bangunan. Prinsipnya, keselamatan nyawa warga adalah yang utama,” tambahnya.

​Ratusan Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal

​Fenomena alam ini dipicu oleh tingginya intensitas hujan sejak Minggu (1/2), hingga mencapai puncaknya pada Senin (2/2). Pergerakan tanah yang masif mengakibatkan 80 unit rumah roboh dan rusak berat dari total 104 hunian yang terdampak.

​Bencana ini menyisakan duka bagi sedikitnya 150 kepala keluarga atau sekitar 470 jiwa. Saat ini, sebanyak 17 warga terpaksa mengungsi di SDN Padasari 01 karena rumah mereka tidak lagi aman dihuni. Selain permukiman, fasilitas penting seperti jembatan, jalan desa, bendung irigasi, hingga Pondok Pesantren Al-Adalah turut mengalami kerusakan serius. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.( Joko Longkeyang)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *