Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaHeadline NewsPemerintahPemerintahan

Tinjau Bencana Alam Penakir, Ahmad Luthfi Pacu Pemulihan Total Pulosari

4081
×

Tinjau Bencana Alam Penakir, Ahmad Luthfi Pacu Pemulihan Total Pulosari

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Harianpemalang.id, Pemalang  – Penanganan bencana di wilayah Jawa Tengah tidak boleh hanya sekadar “pemadam kebakaran” yang selesai saat air surut. Prinsip itulah yang ditegaskan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, saat turun langsung memantau kondisi pascabencana banjir dan tanah longsor di Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jumat (30/1/2026).

​Gubernur menginstruksikan seluruh jajaran pemerintahan untuk beralih cepat dari fase tanggap darurat menuju fase pemulihan yang komprehensif. Fokus utama tidak lagi hanya pada bantuan logistik sesaat, melainkan pada bagaimana ribuan warga terdampak dapat kembali merajut kehidupan mereka secara normal dan layak.​”Hari ini kita memastikan seluruh masyarakat terdampak tertangani secara clear dan paripurna. Fokus kita bukan hanya hari ini, melainkan bagaimana mereka bisa bangkit kembali ke depannya,” tegas Luthfi di sela peninjauan di Desa Penakir.

Advertisement
Example 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

​Seiring dengan status darurat bencana yang telah ditetapkan Bupati Pemalang, Ahmad Luthfi meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bersinergi tanpa sekat. Menurutnya, pemulihan harus dilakukan secara holistik, mulai dari penyediaan hunian, jaminan kesehatan, hingga keberlanjutan pendidikan bagi anak-anak di pengungsian.

​Data terbaru menunjukkan betapa masifnya dampak bencana di kaki Gunung Slamet tersebut. Tercatat 2.777 jiwa atau sekitar 813 kepala keluarga terpaksa mengungsi. Selain itu, kerusakan infrastruktur meliputi 80 rumah tinggal, 78 bidang lahan produktif, serta putusnya akses pada belasan jembatan yang menjadi urat nadi ekonomi warga.

​Guna memastikan bantuan jatuh ke tangan yang tepat, Gubernur menekankan pentingnya pendataan berbasis by name by address. Pendataan ini mencakup kerugian material secara rinci, mulai dari kerusakan fisik bangunan hingga hilangnya hewan ternak milik warga.

​Sektor pertanian yang menjadi mata pencaharian utama warga Pulosari turut mendapat perhatian khusus. Luthfi menjanjikan skema proteksi bagi petani yang lahannya rusak diterjang bencana.​”Sawah yang tergenang akan kita ajukan sebagai gagal panen. Tujuannya agar bisa diklaim melalui asuransi, sehingga beban ekonomi petani bisa diringankan,” ungkapnya didampingi Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro.

​Di sektor sosial, Gubernur menginstruksikan Dinas Pendidikan untuk segera mengaktifkan ruang belajar darurat. Ia meminta para guru tetap mendampingi anak-anak penyintas agar proses belajar mengajar tidak terputus meski berada di tenda pengungsian.

​Sementara itu, tim medis diminta untuk melakukan jemput bola melalui pemeriksaan kesehatan rutin guna mencegah munculnya wabah penyakit pascabencana. Seluruh langkah strategis ini diambil demi menjamin warga Pulosari tidak hanya selamat secara fisik, tetapi juga pulih secara sosial danWidiyantoro Joko Longkeyang).

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *