Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaHeadline NewsPemerintahPemerintahan

Jateng Siaga Nataru: 20 Juta Pemudik Diprediksi Masuk, Mitigasi Cuaca Jadi Prioritas

85
×

Jateng Siaga Nataru: 20 Juta Pemudik Diprediksi Masuk, Mitigasi Cuaca Jadi Prioritas

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Harianpemalang.id, Semarang – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyatakan kesiapan penuh dalam menyambut masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Berdasarkan survei nasional, Jawa Tengah diprediksi menjadi magnet utama pergerakan masyarakat dengan estimasi mencapai 20,3 juta orang.

Kepastian tersebut disampaikan Gubernur Ahmad Luthfi seusai mendampingi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan peninjauan di Pos Pelayanan Nataru Stasiun Tawang, Semarang, Minggu (21/12/2025).”Kami memantau arus mudik sudah mulai terasa. Di Stasiun Tawang saja, tercatat hampir 8.000 penumpang telah memasuki wilayah Jawa Tengah,” ungkap Ahmad Luthfi.

Advertisement
Example 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

Guna menjamin kenyamanan pemudik, Pemprov Jateng mengaktifkan Posko Terpadu Nataru mulai 22 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026. Sinergi ini melibatkan jajaran OPD, Polda Jateng, hingga Kementerian Perhubungan.

Dari sisi infrastruktur, Ahmad Luthfi menjamin kondisi jalan di Jawa Tengah dalam status mantap. Rinciannya, jalan nasional mencapai 90,73 persen, jalan provinsi 91,74 persen, dan jalan kabupaten/kota sebesar 77,17 persen. Pemerintah juga menyiapkan jalur alternatif serta puluhan posko lapangan untuk mengurai kemacetan.

Keselamatan penumpang menjadi atensi utama melalui penyediaan ribuan armada yang telah melewati proses ramp check: Darat: 27.223 unit bus dan 262 armada kereta api. Laut & Udara: 7 unit kapal laut serta penambahan jadwal penerbangan. Selain itu, pasokan energi seperti BBM, LPG, dan aliran listrik dipastikan dalam kondisi aman. Sektor kesehatan juga disiagakan melalui aktivasi Public Service Center (PSC), puskesmas, dan rumah sakit di sepanjang jalur rawan.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem sesuai prakiraan BMKG. Merespons hal tersebut, Ahmad Luthfi menegaskan bahwa mitigasi bencana menjadi poin krusial dalam pengamanan tahun ini.”Atensi utama kami adalah mitigasi bencana. Personel Tagana dan seluruh tim lapangan sudah disiagakan sesuai peta kerawanan di masing-masing daerah guna mengantisipasi bencana hidrometeorologi,” tegas Gubernur.

Puncak arus mudik sendiri diprediksi terjadi pada 31 Desember 2025, sedangkan arus balik diperkirakan mulai padat pada 2 hingga 5 Januari 2026. Masyarakat pun diimbau untuk selalu memperbarui informasi cuaca dan kondisi lalu lintas selama melakukan perjalanan.**

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *