Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaHeadline NewsPemerintahan

Investor Global ‘Serbu’ Jateng, CJIBF 2026 Tembus Rekor Rp16 Triliun

338
×

Investor Global ‘Serbu’ Jateng, CJIBF 2026 Tembus Rekor Rp16 Triliun

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SEMARANG – Daya pikat Jawa Tengah bagi para pemodal global kian tak terbendung. Gelaran Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026 mencatatkan rekor impresif dengan mengantongi 40 Letter of Intent (LoI) senilai Rp16 triliun hanya dalam waktu sehari setelah resmi dibuka pada Senin (11/5/2026).

​Lonjakan minat investasi ini terjadi melalui mekanisme one on one meeting yang mempertemukan investor dengan pengelola kawasan industri dan pemerintah daerah di Kota Semarang. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengapresiasi capaian ini sebagai langkah nyata penguatan ekonomi wilayah.

Advertisement
Example 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

​”Dalam forum CJIBF ini, kita telah menyepakati potensi investasi sebesar Rp16 triliun melalui LoI yang masuk,” ujar Ahmad Luthfi saat menghadiri agenda Gala Dinner di Hotel Tentrem, Semarang, Senin malam.

​Sinergi Pemerintah dan Bank Indonesia

​Kegiatan strategis ini tidak lepas dari kolaborasi antara Pemprov Jateng dan Bank Indonesia Perwakilan Jawa Tengah. Kehadiran Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Todotua Pasaribu, serta Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S. Budiman, dalam pembukaan acara menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengawal hilirisasi dan masuknya modal asing.

​Sebanyak 21 proyek prioritas dipresentasikan secara mendetail. Fokus utamanya mencakup 17 sektor, mulai dari energi terbarukan (renewable energy), pertambangan, pariwisata, hingga hilirisasi pangan yang menjadi primadona baru.

​Daya Tarik Kawasan Industri Unggulan

​Kepala DPMPTSP Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, mengungkapkan bahwa empat kawasan industri besar menjadi magnet utama para pemilik modal. Kawasan tersebut meliputi KEK Kendal, Batang Industropolis, Kawasan Industri Wijayakusuma, serta Jatengland Sayung.

​Minat ini datang secara merata dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Asing (PMA). “PMA yang sudah masuk berasal dari negara-negara besar seperti Thailand, China, dan India. Sementara investor lokal sangat tertarik pada industri manufaktur, biomassa, hingga pengolahan hasil tani seperti mocaf,” jelas Sakina.

​Target Optimis Tahun 2026

​Meski komitmen telah ditandatangani, Sakina menegaskan pihaknya akan melakukan pengawalan ketat hingga modal tersebut benar-benar terealisasi. Berdasarkan tren, realisasi teknis biasanya memerlukan waktu satu hingga dua tahun pasca-kajian investor.

​Melihat angka investasi triwulan I 2026 yang sudah menembus Rp23,02 triliun, Pemprov Jateng memasang target pertumbuhan minimal 10 persen dari total capaian tahun sebelumnya. Langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi di tengah dinamika pasar global.**( Joko Longkeyang).

 

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *