Harianpemalang.id, Pemalang – Alunan doa menyelimuti kompleks Pesarean Agung Soeronatan/Makam Suronatan pada Rabu pagi (21/1/2026). Di balik kemegahan Masjid Agung Nurul Kalam, yang terletak di jantung kota, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro dan Wakil Bupati Nurkholes memimpin rombongan pemerintah daerah untuk melakukan ziarah leluhur dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-451 Kabupaten Pemalang.

Ritual ini bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan bagian dari “protokol spiritual” wajib setiap tahunnya. Makam Suronatan sendiri dikenal sebagai tempat peristirahatan terakhir para Bupati Pemalang terdahulu, para tokoh yang telah meletakkan fondasi kepemimpinan di tanah ini.
Dengan mengenakan pakaian muslim, jajaran Forkopimda Pemalang bersama Ketua Tim Penggerak PKK dan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tampak khusyuk mengikuti prosesi. Ziarah ini menjadi momen refleksi bagi pemangku kebijakan saat ini untuk melihat kembali jejak perjuangan para pendahulu.
Kehadiran seluruh jajaran pejabat daerah Kabupaten Pemalang di kompleks makam tersebut menunjukkan soliditas birokrasi yang tetap menjunjung tinggi kearifan lokal. Doa-doa yang dipanjatkan di pusara para bupati terdahulu diharapkan membawa keberkahan bagi pembangunan Kabupaten Pemalang ke depan.
Letak makam yang berada di jantung kota dan menempel pada masjid agung memiliki filosofi mendalam. Hal ini menggambarkan kedekatan pemimpin dengan rakyat sekaligus keterikatan antara urusan duniawi dan ukhrawi dalam menjalankan roda pemerintahan.
Melalui ziarah ini, rangkaian HUT ke-451 Kabupaten Pemalang tahun 2026 tidak hanya dirayakan dengan pesta rakyat, tetapi juga dimulai dengan penghormatan mendalam terhadap sejarah. Sebagaimana pepatah, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawan dan leluhurnya.( Joko Longkeyang)











