Example floating
Example floating
Example 728x250
Headline News

Gubernur Ahmad Luthfi: Jangan Ada ‘Pecah Belah’, Jateng Itu Guyub!

382
×

Gubernur Ahmad Luthfi: Jangan Ada ‘Pecah Belah’, Jateng Itu Guyub!

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Harianpemalang.id, Pemalang – Menghadapi tantangan pembangunan di provinsi dengan 38,56 juta jiwa, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menekankan pentingnya menjaga harmoni dan etika. Ia menegaskan bahwa kekuatan Jawa Tengah bukan pada figur individu, melainkan pada kebersamaan yang beradab.

​Pesan tersebut disampaikan Luthfi saat menghadiri silaturahmi dan buka puasa bersama relawan di Gedung Gradhika Bakti Praja, Semarang, Sabtu malam (14/3/2026). Ia mengingatkan bahwa mengelola 7.809 desa memerlukan kolaborasi lintas sektoral yang solid.”Kita ini supertim, bukan kumpulan superman. Membangun daerah tidak boleh dilakukan secara parsial, apalagi dengan sikap egois atau menange dewe. Semua komponen masyarakat wajib terlibat aktif,” ujar Ahmad Luthfi tegas.

Advertisement
Example 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

​Filosofi Jawa sebagai Fondasi Investasi

​Menurut Luthfi, pembangunan fisik seperti infrastruktur dan ekonomi harus dibarengi dengan stabilitas sosial. Ia mewajibkan para pemimpin daerah untuk mampu menjadi ‘ujung tombak’ pemasaran potensi wilayah, namun dengan tetap menjaga keamanan sebagai jaminan utama bagi investor.

​Ia mengajak masyarakat kembali ke akar budaya Jawa yang luhur. Nilai-nilai seperti tepa selira, tata tentrem raharja, serta menjauhi sifat buruk adigang adigung adiguna menjadi kunci utama.​”Jangan sampai ada rasa iri dan dengki di antara sesama anak bangsa. Gunakan bahasa yang santun. Tanpa napas gotong royong dan adab yang baik, mustahil kita bisa membangun Jawa Tengah dengan sukses,” tambahnya.

​Relawan Harus Jadi Penyejuk di Media Sosial

​Di era banjir informasi, Luthfi memberikan atensi khusus pada fenomena konten media sosial yang sering kali menyesatkan. Ia meminta para relawan tidak hanya menjadi pendukung, tetapi juga menjadi agen pelurus informasi atau penangkal hoaks.

​Ia menyoroti banyaknya potongan video yang digabungkan secara tidak utuh demi menciptakan persepsi keliru terhadap kinerja pemerintah.”Jika ada warga yang mengkritik di media sosial, jadikan itu penyemangat untuk bekerja lebih keras. Namun, jangan sekali-kali melanggar hukum atau menyakiti orang lain. Relawan harus tetap santun karena jati diri Jawa Tengah adalah sopan santun,” pesan Luthfi.

​Ia menutup arahannya dengan mengajak semua pihak untuk menerapkan prinsip asah, asih, asuh. Dengan semangat kekeluargaan, ia optimis seluruh program pengentasan kemiskinan dan investasi di Jawa Tengah akan mencapai target secara maksimal.**( Joko Longkeyang).

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *