Harianpemalang.id, SURAKARTA – Kota Solo kembali membuktikan diri sebagai destinasi sport tourism unggulan. Sebanyak 7.750 pelari tumpah ruah dalam gelaran Mangkunegaran Run 2026 yang dihelat pada Minggu (3/5/2026). Selain menjadi perayaan Adeging Mangkunegaran ke-269, ajang ini bertransformasi menjadi pesta rakyat yang menggerakkan roda ekonomi dan pariwisata Jawa Tengah.
Animo publik tahun ini tercatat luar biasa, dengan kenaikan jumlah peserta hingga 40 persen. Bahkan, tiket pendaftaran dilaporkan habis dipesan hanya dalam waktu 30 menit sejak loket daring dibuka.
Budaya dan Olahraga yang Menyatu
Mengambil titik start di Stadion Manahan pukul 05.00 WIB, para pelari melintasi jalan-jalan protokol Surakarta sebelum menyentuh garis finis di pelataran Pura Mangkunegaran. Tak sekadar mengejar keringat, peserta disuguhi pemandangan artistik berupa dekorasi khas keraton dan pertunjukan seni tradisional di sepanjang jalur.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang ikut berlari di kategori 5K, menyebut fenomena lari kini sudah menjadi gaya hidup masyarakat modern.
”Ajang seperti ini sangat strategis. Selain badan sehat, promosi wisata kita pun jalan secara otomatis. Secara tidak langsung, ekonomi para pelaku UMKM lokal ikut terkerek naik,” jelas Luthfi usai mencapai finis bersama jajaran pejabat daerah lainnya.
Daya Tarik Bagi Pesohor dan Wisatawan
Keseruan acara ini turut dirasakan oleh pesohor kuliner, Chef Arnold Poernomo. Untuk kali kedua, ia kembali ikut meramaikan aspal Solo.”Start di Stadion Manahan itu vibe-nya sangat luar biasa. Rutenya steril, udaranya enak, dan yang paling juara adalah adanya sisipan budaya seperti tarian di sepanjang jalan,” ujar Chef Arnold.
Senada dengan Arnold, Yudina Larasati, seorang pelari asal Jakarta, mengaku terpesona dengan konsep acara yang memadukan aktivitas fisik dengan kearifan lokal.”Seru banget! Saya bawa rombongan 15 orang ke sini. Ternyata Solo sekeren itu dalam mengemas acara lari yang penuh budaya,” katanya.
Kehadiran ribuan pelari dari berbagai daerah ini memberikan dampak nyata bagi pedagang lokal dan stan UMKM yang memenuhi area acara, mempertegas fungsi kegiatan olahraga sebagai motor ekonomi daerah.**











