Harianpemalang.id, Pemalang – Pemerintah Kabupaten Cilacap resmi memasuki masa transisi kepemimpinan. Ammy Amalia Fatma Surya kini mengemban amanah sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Cilacap. Penunjukan ini membawa instruksi khusus dari Gubernur Jawa Tengah agar birokrasi tetap tegak lurus melayani rakyat tanpa terpengaruh dinamika internal.
Kepastian tersebut ditegaskan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Jateng, Iwanuddin Iskandar, saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Cilacap pada Minggu (15/3/2026).
Prioritas Pelayanan Dasar
Gubernur Ahmad Luthfi mewanti-wanti agar perubahan nakhoda daerah tidak membuat sektor publik melempem. Pendidikan, kesehatan, hingga pembangunan infrastruktur di Cilacap diinstruksikan tetap berjalan pada relnya. Pemprov Jateng tidak ingin ada keluhan warga akibat lambatnya urusan administrasi selama masa transisi ini.”Konsepnya adalah Super Team. Kekuatan pemerintahan bukan pada satu individu, melainkan soliditas kolektif dari tingkat Forkopimda hingga ke jajaran camat,” tutur Iwanuddin di hadapan jajaran pejabat Pemkab Cilacap.
Perintah “Stop” Praktik Ilegal
Selain memastikan roda pelayanan, Pemprov Jateng juga memberikan rapor merah bagi praktik-praktik birokrasi lama yang berisiko hukum. Mulai dari urusan hibah, pengadaan barang dan jasa, hingga “titipan” hari raya harus diputus rantainya.”Budaya-budaya yang memicu persoalan hukum harus dihentikan total. Kita ingin membangun tata kelola yang bersih agar Cilacap menjadi contoh daerah dengan integritas tinggi,” tegasnya.
Siaga Ekonomi Menjelang Lebaran
Menjelang Idulfitri, Plt Bupati Ammy Amalia juga diminta bergerak cepat mengawasi pasar. Pengendalian inflasi dan ketersediaan bahan pokok menjadi ujian pertama dalam kepemimpinan transisi ini guna menjaga kenyamanan masyarakat Cilacap.
Melalui pendampingan dari Pemerintah Provinsi, Cilacap diharapkan tetap menjadi wilayah yang kondusif di bawah kepemimpinan Ammy Amalia Fatma Surya.**( Joko Longkeyang).











