Example floating
Example floating
Example 728x250
Headline News

Ahmad Luthfi Lepas Ribuan Perantau  Mudik Gratis Jadi Penggerak Ekonomi Desa

422
×

Ahmad Luthfi Lepas Ribuan Perantau  Mudik Gratis Jadi Penggerak Ekonomi Desa

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Harianpemalang.id, Pemalang – Sebanyak 16.186 perantau asal Jawa Tengah resmi diberangkatkan menuju kampung halaman secara cuma-cuma melalui program mudik gratis yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Penjabat Gubernur, Ahmad Luthfi, memimpin langsung pelepasan 325 bus di kawasan Museum Purna Bhakti Pertiwi, TMII, Jakarta Timur, Senin (16/3/2026).

​Program bertajuk “Mudik Gampang Balik Tenang” ini menjadi jawaban bagi para perantau di kawasan Jabodetabek yang kesulitan menghadapi lonjakan tarif transportasi saat menjelang Idulfitri.”Kami melepas 325 armada bus hari ini untuk memastikan 16.186 warga kita bisa pulang ke 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah tanpa beban biaya,” ungkap Ahmad Luthfi di lokasi pemberangkatan.

Advertisement
Example 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

​Kehadiran Negara untuk Pekerja Sektor Informal

​Peserta mudik tahun ini didominasi oleh para pekerja sektor informal, mulai dari pedagang makanan, pengemudi ojek daring, asisten rumah tangga, hingga kelompok disabilitas dan mahasiswa. Luthfi menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, Bank Jateng, dan sektor swasta adalah bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga kesejahteraan warga perantauan.​”Ini adalah wujud nyata negara hadir. Kita kumpulkan semua komponen untuk ‘mengopeni’ (merawat) masyarakat kita agar mereka bisa berkumpul dengan keluarga dengan perasaan tenang,” tambahnya.

​Selain pemberangkatan dari Jakarta, program serupa juga dilaksanakan di Bandung yang dilepas oleh Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen. Tak hanya via bus, fasilitas mudik menggunakan kereta api juga dijadwalkan menyusul pada keesokan harinya.

​Pesan Penting: Pulang Bawa Kesejahteraan

​Dalam arahannya, Luthfi menyebut bahwa arus mudik bukan sekadar perpindahan orang, melainkan pemicu perputaran roda ekonomi yang signifikan di daerah asal melalui belanja barang dan jasa oleh para pemudik.

​Namun, ia juga menitipkan pesan bagi masyarakat yang belum memiliki kemapanan ekonomi di ibu kota. Luthfi mengajak mereka untuk melirik potensi lapangan kerja di daerah asal yang kini tengah diperkuat melalui program vokasi dan Balai Latihan Kerja (BLK).”Jawa Tengah sudah berbenah dengan menyiapkan berbagai pelatihan kerja. Kami berharap bupati dan wali kota dapat memfasilitasi warga agar tidak perlu membebani Jakarta jika memang belum siap kerja,” tegasnya.

​Sistem Terintegrasi untuk Arus Balik

​Guna menjamin kelancaran setelah perayaan Lebaran, Pemprov Jateng juga telah menyiapkan layanan arus balik yang pendaftarannya dilakukan secara daring. Fasilitas ini nantinya akan dipusatkan di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, serta beberapa titik penjemputan lainnya di Jawa Tengah.

​Kemudahan ini sangat dirasakan oleh Sugiyanto, perantau asal Klego, Boyolali. Sebagai penyandang disabilitas, ia mengaku sangat terbantu dengan adanya bus gratis ini.”Biasanya biaya ke Soloraya bisa sampai Rp650 ribu per orang saat musim mudik. Bantuan ini sangat berarti bagi ekonomi kami,” kata Sugiyanto. **( Joko Longkeyang)

 

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *