Example floating
Example floating
Example 728x250
Headline News

Pangkas Jalur Logistik, Jateng Siap Bangun ‘Pelabuhan Darat’ Usai Lebaran

385
×

Pangkas Jalur Logistik, Jateng Siap Bangun ‘Pelabuhan Darat’ Usai Lebaran

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Harianpemalang.id, Pemalang – Ambisi Jawa Tengah untuk menjadi poros logistik nasional kian nyata. Pasca-Lebaran 2026, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah bersepakat untuk melakukan percepatan revitalisasi pelabuhan dan pembangunan dry port (pelabuhan daratan).

​Kesepakatan strategis ini lahir dalam pertemuan antara Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dan Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar, di Anjungan Jawa Tengah, Jakarta, Senin (16/3/2026). Pertemuan ini berlangsung produktif di sela-sela pelepasan belasan ribu pemudik asal Jabodetabek.

Advertisement
Example 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

​Solusi Cerdas Lonjakan Industri

​Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar, menegaskan bahwa gagasan Pemprov Jateng sangat sinkron dengan visi Pelindo. Penataan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang serta pembangunan dry port di titik-titik krusial dinilai mendesak seiring menjamurnya kawasan industri di wilayah tersebut.”Saat ini fokus kami masih pada kelancaran arus mudik. Namun, tepat setelah Lebaran, kami akan langsung ‘lari kencang’ dengan membentuk tim khusus. Targetnya adalah mempercepat pembangunan dry port dan optimalisasi manajemen pelabuhan,” jelas Muchtasyar.

​Mandiri Secara Logistik

​Selama ini, Jawa Tengah menghadapi tantangan besar dalam distribusi barang. Gubernur Ahmad Luthfi memaparkan fakta bahwa hanya sekitar 30 persen peti kemas dari perusahaan-perusahaan di Jateng yang dikirim langsung melalui pelabuhan lokal. Sisanya masih harus menempuh jalur jauh melalui Jakarta atau Surabaya.”Banyak pusat ekonomi baru muncul di kabupaten/kota. Jika kapasitas pelabuhan laut kita terbatas, maka dry port adalah solusinya. Ini akan menjadi simpul logistik baru yang lebih efisien,” ungkap Luthfi.

​Integrasi Batang hingga Kendal

​Pemerintah Provinsi telah memetakan lokasi strategis, salah satunya di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB). Rencana ini tidak hanya melibatkan Pelindo, tetapi juga berkolaborasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk memastikan sistem transportasi terpadu.

​Nantinya, dry port di Batang akan terhubung dengan kawasan industri di Kendal melalui moda transportasi kereta api. Langkah ini diharapkan mampu mengurai kemacetan jalan raya sekaligus mempercepat mobilisasi logistik dan tenaga kerja.”Konsep integrasi infrastruktur ini sudah kami koordinasikan dengan Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan agar implementasinya di lapangan berjalan mulus,” tutup sang Gubernur.**( Joko Longkeyang).

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *