Example floating
Example floating
Example 728x250
Headline News

Kuasai Data Detail, Menteri LH Puji Strategi Ahmad Luthfi Atasi Sampah Menjadi Energi Listrik

390
×

Kuasai Data Detail, Menteri LH Puji Strategi Ahmad Luthfi Atasi Sampah Menjadi Energi Listrik

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Harianpemalang.id, Semarang – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, membuktikan kelasnya sebagai pemimpin yang bekerja berbasis data akurat. Langkah nyata ini terlihat saat ia memaparkan strategi penanganan sampah dalam agenda penandatanganan kesepakatan bersama pengolahan sampah menjadi energi listrik di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Sabtu (28/3/2026).

​Aksi kolaboratif antara Pemprov Jateng, Pemkot Semarang, dan Pemkab Kendal ini mendapat apresiasi tinggi dari Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq. Hanif menilai, Ahmad Luthfi adalah sosok kepala daerah yang tidak hanya bicara kebijakan secara normatif, tetapi sangat memahami angka dan langkah operasional di lapangan secara presisi.

Advertisement
Example 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

​Pujian Menteri untuk “Gubernur Data”

​”Baru hari ini ada gubernur yang mampu menyebutkan angka-angka tentang sampah dengan sangat akurat. Angka yang dipaparkan sangat benar,” tegas Menteri Hanif.

​Menurut Hanif, penguasaan data tersebut merupakan cermin keseriusan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam membenahi tata kelola sampah secara sistematis. Ia optimistis, di bawah kepemimpinan Ahmad Luthfi, akan terjadi lonjakan signifikan dalam efektivitas pengelolaan limbah pada tahun 2026, selaras dengan instruksi Presiden mengenai pembangunan fasilitas waste-to-energy.

​Gerak Cepat Satgas Sampah Jawa Tengah

​Menanggapi tantangan nasional menuju Zero Sampah pada 2029, Gubernur Ahmad Luthfi langsung mengambil langkah taktis dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Sampah. Satgas ini bertugas memastikan setiap kebijakan pusat langsung diimplementasikan menjadi aksi nyata di lapangan.

​”Target kami jelas sesuai RPJMN, tahun 2029 harus tuntas sampah. Kami sudah membentuk Satgas Sampah untuk menjabarkan perintah Bapak Presiden secara konkret,” ujar Ahmad Luthfi dengan tegas.

​Gubernur menjelaskan bahwa strategi penanganan disusun berdasarkan skala produksi sampah di tiap daerah. Wilayah dengan volume sampah raksasa di atas 1.000 ton per hari, seperti Semarang Raya, akan ditangani secara regional melalui pengolahan energi listrik. Sementara itu, daerah dengan timbulan lebih kecil akan dioptimalkan melalui teknologi Refuse Derived Fuel (RDF).

​Target Mengejar 70 Persen Sampah

​Berdasarkan data yang dikantongi Gubernur, Jawa Tengah memproduksi hampir 6,4 juta ton sampah setiap tahunnya. Namun, saat ini baru sekitar 30 persen yang tertangani secara maksimal.

​”Masih ada sekitar 70 persen sampah yang belum terkelola secara maksimal. Inilah yang sedang kami kejar melalui berbagai kolaborasi teknologi, baik energi listrik maupun perluasan RDF ke sembilan kabupaten,” tambah Luthfi.

​Kolaborasi strategis dengan Semarang dan Kendal ini menjadi tonggak penting dalam peta jalan (roadmap) transformasi pengelolaan sampah modern di Jawa Tengah, sekaligus memperkuat komitmen lingkungan yang berkelanjutan.**( Joko Longkeyang).

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *